Showing posts with label Coffee Journey. Show all posts
Showing posts with label Coffee Journey. Show all posts
Coffee Toffee Transyogi
Tempat Nongkrong Baru Orang Cibubur (Dan Sekitarnya)


Kedai Kopi Asli Indonesia
Coffee Toffee, nama kedai kopi yang satu ini pastinya tidak asing lagi di kalangan para pecinta kopi tanah air. Namun mungkin belum banyak yang tahu bahwa kedai kopi yang namanya memiliki arti kopi dan cokelat ini merupakan rantai kedai kopi asli Tanah Air yang berdiri sejak tanggal 11 November 2006 di Surabaya oleh Odi Anindito. Sesuai dengan kampanye mereka yaitu YES I Drink Indonesian Coffee, kedai kopi ini memang hanya menjual 100% biji kopi asli Indonesia. Mulai dari Gayo Sumatera, Bali Kintamani, Flores Bajawa, Mocha Java, Lintong Sumatera, Sulawesi Toraja, dan yang terbaru adalah Mount Malabar, biji kopi asli Jawa Barat yang berasal dari kaki Gunung Malabar.

Gerai kopi yang memiliki misi untuk memperkenalkan biji kopi asli Tanah Air yang berkualitas dengan harga yang terjangkau kepada masyarakat luas ini belum lama telah membuka gerai ke 161 nya di bilangan Depok, Jawa Barat yang berlokasi di Jl. Alternatif Cibubur Km3, Harjamukti Depok Jawa Barat. Beberapa waktu saya diundang oleh salah seorang teman saya Samuel yang juga seorang food blogger untuk datang di acara grand launching gerai tersebut.

Nyaman Untuk Istirahat Atau Bekerja
Coffee Toffee Transyogi, kedai kopi terbaru milik PT. Coffee Tofee Indonesia ini menempati bangunan bertingkat satu yang didominasi dengan warna hitam, cokelat kayu dan kuning baik di bagian luara ataupun dalam kedai. Kedai yang mampu menampung hingga sekitar 80 orang ini memiliki dua area yaitu indoor dan semi outdoor yang diperuntukkan bagi  para penikmat kopi dan kretek (filter juga boleh kok).

Yang disajikan oleh mereka juga bukan hanya sekadar line espresso seperti americano, cappucinno, caffe latte, caramel latte nusantara, namun juga berbagai jenis frappe dan smoothies. Para penggemar teh, jangan khawatir Coffee Toffee juga menyajikan teh untuk para pelanggannya.

Jika Anda merasa lapar atau ingin memuaskan hasrat hati untuk mengunyah makanan, Coffee Toffee juga menyediakan berbagai jenis makanan dan camilan seperti Mozzarella Cheese Stick, Chicken Samosa, atau Bitter Ballen. Penggemar makanan manis, bisa mencoba menu Pancake atau Pisang Goreng Karamel. Untuk makanan besar, mereka menghidangkan mulai dari pasta, hamburger, Chicken Cordon Blue, Chicken Schnitzel, Spring Roll, dan masih banyak menu makanan pilihan lainnya.

Coffee Toffe Cabang Transyogi berada tidak jauh dari pintu keluar gerbang tol Cibubur, salah satu jalur paling pada di area Cibubur. Berada tidak jauh dengan salah satu gerai supermarket dan juga restoran fast food, kedai kopi ini bisa menjadi pilihan untuk melepaskan lelah dari kemacetan atau sekadar bersantai setelah penat dengan urusan kantor seharian. Lokasi kedai ini juga terbilang strategis untuk berkumpul bersama dengan teman-teman, meeting dengan klien atau untuk bekerja mengingat kedai Coffee Toffee juga menyediakan sambungan wi fi yang lumayan kencang.

Gerai Coffee Toffe Transyogi buka dari hari Minggu - Kamis dari pukul 11 pagi hingga 1 malam, sementara hari Jumat dan Sabtu gerai buka dari pukul 11 pagi hingga pukul 2 malam. Kegiatan seperti gathering, reunian, atau arisan juga bisa dilakukan di sini dengan melalukan pemesanan tempat melalui nomor 081315261822. 

Seduh Kopi Manual Ala Coffee Toffee
Dalam kesempatan grand launching Coffee Toffee Transyogi bersama Pergikuliner.com beberapa waktu yang lalu juga diadakan acara Cofee Toffee Experience with Coffee Expert, dimana barista silver dari Coffee Toffee mengajarkan kepada para media dan blogger yang datang cara untuk menyeduh kopi secara manual yang baik dengan menggunakan metode V60.

Menurut mas Barista suhu air ideal untuk menyeduh kopi adalah 90 derajat celsius, yaitu sekitar 2 menit setelah air mendidih di angkat dari atas api dengan takaran 24 gram bubuk kopi (sekitar 2 sendok makan) dan 240 ml air. Menggunakan V60 berarti kita membutuhkan kertas filter untuk kopi untuk diletakkan di atas V60.

Setelah air sudah memiliki suhu yang pas maka hal yang pertama kali harus dilakukan adalah mencuci kertas filter kopi dengan cara  menyiramkan air di atas kertas filter kopi, setelah itu buang air cucian kertas. Masukan 2 sdm kopi bubu ke dalam gelas V60 lalu tuangkan air dengan cara memutar di atasnya. Jangan langsung dituangkan semua, cukup dituang sedikit saja sampai bubuk kopi terendam, lalu diamkan beberapa saat. Proses ini disebut sebagai proses blooming awal untuk melepaskan karbon dioksida dari bubuk kopi. Setelah itu baru tuangkan sisa air hingga habis dengan cara memutar. Ingat, untuk menuangkan air dengan memutar secara konsisten jangan asal-asalan, karena hal ini juga akan mempengaruhi rasa kopi. Jika sudah tunggu hingga air turun dan tersisa sedikit di atas bubuk kopi. Angkat segera, jangan biarkan air mengering dari filter, hal ini dilakukan untuk menghindari proses ekstraksi kopi yang berlebihan.

Jika sudah tinggal diolah sesuai selera, bisa ditambahkan es batu, atau dituang langsung ke dalam sus yang sudah diberi es batu. Jika ingin menggunakan susu hangat, panaskan susu hingga suhu 80 derajat celsius, jangan lebih. Cukup mudah bukan. Happy Brewing!


Grand Opening Coffee Toffee Transyogi

























Nama Kedai Kopi: Coffee Toffee Transyogi
Alamat: Jl. Alternatif Cibubur Km 03, Harjamukti, Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat 16454, Indonesia
Website: www.coffeetoffee.co.id  
IG: @coffeetofeetransyogi
Maps:
Baca Juga: 


(Just) Another Coffee Shop, Tempat Kongkow Asyik di Bilangan Sabang


Boleh dibilang saya tidak sengaja menemukan kedai kopi yang satu ini. Terletak di bilangan Sabang, Jakarta Pusat kedai kopi yang menamakan dirinya Another Coffee Shop ini berada di lantai dasar, satu gedung dengan restoran Steak Hotel by Holy Cow dan Sere Manis. Lokasinya tepat di wilayah sudut lampu merah Sabang yang menuju arah Jalan Kebon Sirih.

Interior Another Coffee Shop
Kedai kopi yang satu ini memilih nuansa minimalis untuk dekorasinya dengan dominasi warna putih dan furnitur dari bahan kayu dan juga beberapa sofa empuk di sisi kiri kafe. Ruangan di dalamnya terbagi menjadi dua ruangan yang saya rasa sama besar, yaitu area bebas asap rokok dan area merokok. Seating arrangement yang mereka hadirkan di antaranya meja untuk dua orang dan empat orang.

Untuk menu kopi, Berbeda dengan kopi shop lokal yang biasanya mengambil biji kopi dari rumah roasting lokal. Logo ILLY di depan kasir jelas menjelaskan bahwa Another Coffee shop menggunakan Biji Kopi hasil olahan Illy Caffe. Satu rumah roasting kopi asal Italia yang dibangun pada tahun 1933. Sementara itu pilihan kopi yang dihadirkan oleh Another Coffee Shop boleh dibilang cukup beragam, untuk minuman dengan coffee based, Another Coffee Shop menyajikan mulai dari Single Espresso, Macchiato, Cappucino, Latte, dan Americano. Sementara untuk minuman coffee based dingin, mereka memiliki menu Iced Cappucino, Iced Hazelnut Latte, Iced Caramel Latte, dan Iced Coffee Mocha.

Anda bukan pecinta kopi? Jangan khawatir mereka juga menyajikan berbagai minuman non-coffee seperti Green Tea Latte, Hot Chocolate, Hot Tea, Iced Green Tea Latte, Iced Chocolate, Lychee Tea, Taro Latte, Red Velvet Latte, Taro Latte, Thai Latte, dan Vanilla Latte. Kedai ini juga menghadirkan beberapa menu Mocktail seperti Blue Ocean, Tropical Island, Virgin Strawberry, dan Mint Cooler. Lumayan beragam kan!

Dalam kunjungan kali ini, saya memesan satu menu andalan yang selalu dipilih jika saya mendatangi kedai kopi untuk pertama kali, apalagi kalau bukan Latte panas. Bagi sebagian orang mungkin Latte masuk kategori kopi yang tidak terlalu kopi, karena memang komposisi susu lebih banyak dibandingkan kopi. Namun apa mau dikata, menu yang satu itu terlanjur menjadi menu favorit saya.

Tidak perlu menunggu lama, segelas latte panas akhirnya tersaji di depan saya dan saya sudah jatuh cinta dengan rasanya sejak seruput pertama. Another Coffee Shop memiliki cita rasa kopi yang cukup berkarakter bagi saya, perpaduan antara pahitnya kopi dan manisnya susu terbilang pas! Positif kedai kopi ini akan kembali saya kunjungi di kesempatan lain di masa depan.

Untuk menu selain menu minuman, kedai ini memiliki snack yang cukup variatif. Bahkan bukan hanya sekadar snack, karena Anda juga bisa memesan makanan besar di sini. Beruntung karena Another Coffee Shop memiliki dapur terhubung dengan Restorna Khas Masakan Indonesia yaitu Sere Manis. Saya menjajal menu Mendoan Bakar dan Tape Goreng. Porsinya pas dan rasanya tidak mengecewakan.

Selain makanan dan minuman yang memuaskan, bisa dibilang suasana di dalam kafe juga menjadi hal favorit saya di sini. Another Coffee Shop sangat nyaman, sehingga saya betah menghabiskan waktu di sana. Terlebih kala itu hujan turun. Dinding kaca besar yang menghadap ke jalan tampak romantis dengan pemandangan hujan dan kelap-kelip lampu kendaraan yang sedang bersliweran di jalan. Maklum saya datang saat para pejuang Jakarta tengah bergegas memenuhi jalan untuk pulang ke rumah. Sementara saya memang lebih memilih mengistirahatkan diri dan menikmati sore ketimbang berjibaku dengan kerasnya Ibukota.    
 







Nama Kedai: Another Coffee Shop
Alamat: Gedung Sere Manis, Jl. Sabang No. 16, Menteng, Jakarta
Jam Buka: Senin - Minggu (07.30 - 23.00)
Peta:


Baca Juga:
Berobat Jalan Ke Klinik Kopi 
Armor Kopi, Kombinasi Lengkap Antara Alam dan Secangkir Kopi

Berobat Jalan ke Klinik Kopi 


Sempat menyambangi Sellie Coffee (Baca: Ngopi Santai ala Rangga dan Cinta), maka rasanya belum lengkap jika kunjungan kedai kopi AADC saya ini tidak sekalian saya genapi seluruhnya. Lagi pula kisah Cinta dan Rangga hanya berlabuh di dua kedai kopi saja kok..hehehe....dan kedai kedua itu bernama Klinik Kopi.

Awalnya saya sempat bingung bagaimana cara pergi ke kedai Klinik Kopi, maklum saya termasuk buta jalan di Jogja, karena setiap berkunjung ke kota Gudeg ini saya terbiasa duduk manis lalu sampai di tempat tujuan soalnya..hehehe. Alhamdulillah atas kebaikan hati sepupu teman saya yang kebetulan sudah lama menjadi warga Jogja akhirnya saya, teman saya pun akhirnya bisa bertandang ke sana.

Kedai kopi yang terletak di Jalan Kaliurang ini lokasinya boleh dibilang cukup secluded, selain berada di dalam gang, di sekitarnya pun tidak terlalu banyak rumah penduduk. Kedai kopi ini menempati sebuah rumah tinggal dengan tampilan yang sangat asri. Di bagian depan terdapat kebun hidroponik dan juga beberapa tempat duduk yang terbuat dari bambu yang diperuntukkan bagi para pengunjung yang ingin duduk santai dan menikmati semilir angin Jogja. Sementara di bagian dalam terdapat sebuah saung dari bambu berlantaikan keramik yang nyaman untuk berkumpul dan mengobrol sambil menikmati secangkir kopi hitam panas.


Jika biasanya kita bisa langsung memesan jenis kopi yang kita inginkan di Klinik Kopi sedikit berbeda. Kedai kopi yang hanya buka dari jam 4 sore hingga 8 malam ini menerapkan sistem daftar antri. Jadi jangan lupa setibanya Anda di sana jangan langsung duduk-duduk santai, tapi ingat untuk segera mengambil nomor antrian Anda. Minta saja langsung kepada salah seorang pramusaji di sana. Setelah mendapatkan nomor antrian Anda bisa bebas menikmati suasana di sana. Saya pribadi tidak menyarankan untuk mendatangi kedai ini dalam kondisi perut kosong, karena Klinik Kopi memang tidak menjual makanan berat, tetapi jangan khawatir jika hanya sekadar ingin menganjal perut. Klinik kopi menjual beberapa roti seperti bolu pisang, dan juga cinnamon roll. Selain itu juga tersedia cemilan seperti keripik singkong yang bisa Anda cicipi secara cuma-cuma. Jika ingin minum, ada satu galon sedang air putih dengan irisan lemon di sana, yang ini juga gratis. Jika habis, cukup Anda beritahukan kepada pramusaji dan mereka akan mengisi ulang snack dan juga air lemon tersebut.

Mas Pepeng, Sang Pemilik Kedai Kopi - Photo: @gravityaroundme

Waktu itu saya menunggu sekitar satu setengah jam hingga akhirnya bisa memesan kopi di sana. Jika biasanya kita memesan kopi hanya tinggal menyebutkan minuman apa yang mau tetapi di sini berbeda. Sang pemilik akan menjelaskan kepada Anda biji kopi apa saja yang mereka miliki dan bagaimana cara mendapatkannya. Biasanya dia akan bertanya apa jenis kopi yang biasa kita minum, apakah kopi dengan kadar asam tinggi atau rendah. Kalau tidak salah ingat kala itu saja memesan kopi dari Bali dengan kadar asam rendah. Anda tidak akan menemukan mesin Espresso di Klinik Kopi, karena mereka melakukan hampir semuanya secara manual, kecuali proses menggiling kopi yang menggunakan mesin giling. Di sini para penggemar Cappuccino dan Cafe Latte harus mengalah dengan para penggemar Americano, mengingat Klinik Kopi benar-benar hanya menyajikan kopi hitam pekat yang diseduh dengan cara V60.

Menyeduh kopi dengan menggunakan teknik manual V60

Jangan coba meminta gula atau susu cair, mereka tidak menyediakannya di sana. Sepupu teman saya sempat bertanya mengapa di sini tidak menggunakan mesin Espresso modern, Mas Pepeng sang pemilik mengatakan, "Wah, kalau saya enggak sih mas pakai mesin modern. Justru saya ingin memperlihatkan bahwa beginalah cara menikmati kopi sesungguhnya. Secara manual. Paling nikmat," tuturnya. Saat saya bertanya single origin favoritnya dia menjelaskan bahwa baginya tidak ada favorit dalam ngopi, semuanya dia suka. Pertanyaan terakhir dari teman saya adalah mengenai jam buka kedai yang terbilang lumayan antik. Bayangkan saja mereka baru buka pukul 4 sore dan sudah tutup pukul 8 malam, bahkan menurut beberapa kenalan di Jogja, saat libur panjang kedai yang melakukan proses roastingnya sendiri ini kerap memilih tutup. "Ya, tenaga kami kan tenaga manusia mbak, bukan mesin. Jadi jam kerjanya semampu kami saja, tidak kami paksakan," jelasnya.

Segelas kopi dihargai 15 ribu rupiah saja, sementara roti-roti dijual seharga 20 ribu rupiah per potong, cara membayarnya juga cukup unik, karena tidak ada kasir di sana. Anda hanya akan dipersilahkan memasukan uang ke dalam kaleng sejumlah dengan total harga kopi yang Anda beli, dan mengambil kembaliannya juga sendiri. Semacam uji coba kejujuran ya. Semoga semua pengunjungnya jujur ya. Amiiiin... :D

Klinik kopi ternyata tidak sekadar menjual kopi seduh saja, jika Anda menyukai biji kopi mereka maka bisa langsung membelinya di sana. Usut punya usut, biji kopi milik Klinik Kopi sudah melanglang buana ke berbagai negara di belahan dunia. Saat saya berada di sana kedai ini juga tengah ramai oleh kunjungan turis asal Taiwan dan Jepang.

Mengunjungi kedai yang satu ini Anda akan merasa seperti tengah melakukan berobat jalan kafein. Bisa dikatakan mungkin kedai ini salah satu kedai yang bisa menawarkan Anda sensasi ngopi yang sebenarnya.



 






Nama Kedai Kopi: Klinik Kopi
Alamat: Jl. Kaliurang KM. 7.8, Gang Bima, Sinduharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman,
Daerah Istimewa Yogyakarta 55581, Indonesia
Telefon: +62 813-9278-4240

Map:




Baca Juga: 
Armor Kopi, Kombinasi Lengkap Antara Alam dan Secangkir Kopi 
Finally, The Famous Tanamera Coffee