Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts
RedBox, Aroma Sulawesi Utara Di Barat Jakarta



Dengan panjang bentang garis pantai yang mencapai lebih dari 99.000 kilometer, tidak heran jika Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya dengan berbagai keanekaragaman, mulai dari suku bangsa, flora, fauna dan juga keanekaragaman jenis makanan.

Manado, kota yang terletak di ujung pulau Sulawesi merupakan salah satu daerah yang mahsyur dengan kelezatan makanannya. Masakan khas kota yang memiliki julukan Maldives Van Celebes ini merupakan makanan yang menjadi favorit banyak orang, termasuk bintang Tanah Air, Agnes Monica. Berbekal kecintaannya terhadap makanan Manado, Agnes Monica dan keluarga pun memutuskan untuk membuka satu restoran khas masakan Manado yang diberi nama Red Box.

Restoran yang berlokasi di daerah Jakarta Barat ini menempati satu bangunan yang cukup luas dengan kombinasi warna merha, hitam, dan abu-abu. Kedai ini menyediakan dua ruangan yaitu ruang terbuka dan ruang tertutup. Dengan konsep komunal area, Red Box sangat cocok untuk menjadi tempat berkumpul keluarga, teman, atau rekan kerja.

Mie Pidis Goreng

Kolaborasi Dengan Chef Agus Sasirangan
Berbeda dengan restoran makanan Manado pada umumnya, RedBox berinovasi dengan tidak hanya menghidangkan makanan yang asli dan khas dari Manado seperti Ayam Woku, Ikan Bakar Rica0Rica, Sop Brenebon, Bubur Manado, dan Garo Bunga Pepaya namun restoran ini juga menghadirkan nuansa masakan Manado modern di dalamnya. Berkolaborasi dengan Chef Agus Sasirangan, RedBox pun menghidangkan menu baru seperti Mi Pidis Manado, dan Ikan Woku Bumbu Telur Asin.
 
Berbicara makanan Manado berarti kita juga berbicara mengenai sensasi rasa pedas yang dimiliki oleh mayoritas masakan khas Kota Tinutuan ini. Tidaklah heran jika RedBox juga menghadirkan berbagai jenis sambal yang bisa dipilih sebagai pelengkap untuk menikmati hidangan. Sambal yang mereka hidangkan adalah Sambal Roa, Sambal Goreng, dan Sambal Dabu Iris dengan tingkat kepedasan yang bisa dipesan mulai dari level 1 - level 3.
Bagi para penikmat kue basah, RedBox juga hadir dengan berbagai pilihan kue basah seperti Lemper/ Lalampa, Apang Coe Manado, Kue Berlapis Kenari, Panada, Kue Biapong, dan Pisang Goroho. Sementara untuk menu minuman, RedBox hadir dengan berbagai macam minuman ringan segar dan the most famous Es Kacang Merah Manado tentunya.

Urusan harga jangan khawatir, harga yang ditawarkan oleh kedai ini cukup bersahabat dengan kantung, mulai dari 8.000 - 50.000 Rupiah untuk makanan. Sementara untuk minuman harganya berkisar antara 2.000 - 27.000 Rupiah.

RedBox by BOX Inc.

Gerai RedBox

Daftar Menu

Ikan Woku Bumbu Telur Asin - 50k

Mi Pidis Rebus - 45k

Bubur Manado - 25k

Ayam Rica-Rica - 8k/Pcs, 25k/Porsi

Apang Coe Manado - 15k

Es Kacang Merah - 18k

Nama Restoran: RedBox Manadonese Food by BOX Inc.
Alamat: Jalan Puri Kembangan, No. 10 A-B, Jakarta Barat
Instagram: @redbox_inc
Maps:


Baca Juga:
Berobat Jalan ke Klinik Kopi 


Sempat menyambangi Sellie Coffee (Baca: Ngopi Santai ala Rangga dan Cinta), maka rasanya belum lengkap jika kunjungan kedai kopi AADC saya ini tidak sekalian saya genapi seluruhnya. Lagi pula kisah Cinta dan Rangga hanya berlabuh di dua kedai kopi saja kok..hehehe....dan kedai kedua itu bernama Klinik Kopi.

Awalnya saya sempat bingung bagaimana cara pergi ke kedai Klinik Kopi, maklum saya termasuk buta jalan di Jogja, karena setiap berkunjung ke kota Gudeg ini saya terbiasa duduk manis lalu sampai di tempat tujuan soalnya..hehehe. Alhamdulillah atas kebaikan hati sepupu teman saya yang kebetulan sudah lama menjadi warga Jogja akhirnya saya, teman saya pun akhirnya bisa bertandang ke sana.

Kedai kopi yang terletak di Jalan Kaliurang ini lokasinya boleh dibilang cukup secluded, selain berada di dalam gang, di sekitarnya pun tidak terlalu banyak rumah penduduk. Kedai kopi ini menempati sebuah rumah tinggal dengan tampilan yang sangat asri. Di bagian depan terdapat kebun hidroponik dan juga beberapa tempat duduk yang terbuat dari bambu yang diperuntukkan bagi para pengunjung yang ingin duduk santai dan menikmati semilir angin Jogja. Sementara di bagian dalam terdapat sebuah saung dari bambu berlantaikan keramik yang nyaman untuk berkumpul dan mengobrol sambil menikmati secangkir kopi hitam panas.


Jika biasanya kita bisa langsung memesan jenis kopi yang kita inginkan di Klinik Kopi sedikit berbeda. Kedai kopi yang hanya buka dari jam 4 sore hingga 8 malam ini menerapkan sistem daftar antri. Jadi jangan lupa setibanya Anda di sana jangan langsung duduk-duduk santai, tapi ingat untuk segera mengambil nomor antrian Anda. Minta saja langsung kepada salah seorang pramusaji di sana. Setelah mendapatkan nomor antrian Anda bisa bebas menikmati suasana di sana. Saya pribadi tidak menyarankan untuk mendatangi kedai ini dalam kondisi perut kosong, karena Klinik Kopi memang tidak menjual makanan berat, tetapi jangan khawatir jika hanya sekadar ingin menganjal perut. Klinik kopi menjual beberapa roti seperti bolu pisang, dan juga cinnamon roll. Selain itu juga tersedia cemilan seperti keripik singkong yang bisa Anda cicipi secara cuma-cuma. Jika ingin minum, ada satu galon sedang air putih dengan irisan lemon di sana, yang ini juga gratis. Jika habis, cukup Anda beritahukan kepada pramusaji dan mereka akan mengisi ulang snack dan juga air lemon tersebut.

Mas Pepeng, Sang Pemilik Kedai Kopi - Photo: @gravityaroundme

Waktu itu saya menunggu sekitar satu setengah jam hingga akhirnya bisa memesan kopi di sana. Jika biasanya kita memesan kopi hanya tinggal menyebutkan minuman apa yang mau tetapi di sini berbeda. Sang pemilik akan menjelaskan kepada Anda biji kopi apa saja yang mereka miliki dan bagaimana cara mendapatkannya. Biasanya dia akan bertanya apa jenis kopi yang biasa kita minum, apakah kopi dengan kadar asam tinggi atau rendah. Kalau tidak salah ingat kala itu saja memesan kopi dari Bali dengan kadar asam rendah. Anda tidak akan menemukan mesin Espresso di Klinik Kopi, karena mereka melakukan hampir semuanya secara manual, kecuali proses menggiling kopi yang menggunakan mesin giling. Di sini para penggemar Cappuccino dan Cafe Latte harus mengalah dengan para penggemar Americano, mengingat Klinik Kopi benar-benar hanya menyajikan kopi hitam pekat yang diseduh dengan cara V60.

Menyeduh kopi dengan menggunakan teknik manual V60

Jangan coba meminta gula atau susu cair, mereka tidak menyediakannya di sana. Sepupu teman saya sempat bertanya mengapa di sini tidak menggunakan mesin Espresso modern, Mas Pepeng sang pemilik mengatakan, "Wah, kalau saya enggak sih mas pakai mesin modern. Justru saya ingin memperlihatkan bahwa beginalah cara menikmati kopi sesungguhnya. Secara manual. Paling nikmat," tuturnya. Saat saya bertanya single origin favoritnya dia menjelaskan bahwa baginya tidak ada favorit dalam ngopi, semuanya dia suka. Pertanyaan terakhir dari teman saya adalah mengenai jam buka kedai yang terbilang lumayan antik. Bayangkan saja mereka baru buka pukul 4 sore dan sudah tutup pukul 8 malam, bahkan menurut beberapa kenalan di Jogja, saat libur panjang kedai yang melakukan proses roastingnya sendiri ini kerap memilih tutup. "Ya, tenaga kami kan tenaga manusia mbak, bukan mesin. Jadi jam kerjanya semampu kami saja, tidak kami paksakan," jelasnya.

Segelas kopi dihargai 15 ribu rupiah saja, sementara roti-roti dijual seharga 20 ribu rupiah per potong, cara membayarnya juga cukup unik, karena tidak ada kasir di sana. Anda hanya akan dipersilahkan memasukan uang ke dalam kaleng sejumlah dengan total harga kopi yang Anda beli, dan mengambil kembaliannya juga sendiri. Semacam uji coba kejujuran ya. Semoga semua pengunjungnya jujur ya. Amiiiin... :D

Klinik kopi ternyata tidak sekadar menjual kopi seduh saja, jika Anda menyukai biji kopi mereka maka bisa langsung membelinya di sana. Usut punya usut, biji kopi milik Klinik Kopi sudah melanglang buana ke berbagai negara di belahan dunia. Saat saya berada di sana kedai ini juga tengah ramai oleh kunjungan turis asal Taiwan dan Jepang.

Mengunjungi kedai yang satu ini Anda akan merasa seperti tengah melakukan berobat jalan kafein. Bisa dikatakan mungkin kedai ini salah satu kedai yang bisa menawarkan Anda sensasi ngopi yang sebenarnya.



 






Nama Kedai Kopi: Klinik Kopi
Alamat: Jl. Kaliurang KM. 7.8, Gang Bima, Sinduharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman,
Daerah Istimewa Yogyakarta 55581, Indonesia
Telefon: +62 813-9278-4240

Map:




Baca Juga: 
Armor Kopi, Kombinasi Lengkap Antara Alam dan Secangkir Kopi 
Finally, The Famous Tanamera Coffee 
Santap Sedap Hidangan Khas Negeri Ginseng
di Bornga Express

Siapa tidak mengenal Korea Selatan, Negeri cantik Asia Timur yang berada di Selatan Semenanjung Korea. Negara dengan luas sekitar seratus kilometer persegi ini belakangan mendunia karena Korean Hallyunya. Musik dan lagu-lagu berbahasa Korea kini hampir bisa didengarkan di berbagai negara dunia. Korean Hallyu ternyata tidak hanya membuat musik dan juga lagu serta artis asal Negeri Ginseng ini terkenal, namun juga berbagai macam hal yang berhubungan dengan Korea Selatan mulai dari budaya, tarian, pakaian daerah, dan makanan tentunya.

Dulunya, masakan asal negeri empat musim ini termasuk salah satu masakan yang kalah jauh ketenarannya jika dibandingkan dengan masakan negara tetangganya, yaitu Jepang. Menenemukan restoran masakan Korea di Ibukota Jakarta saja bisa dibilang termasuk hal yang langka. Tetapi lain waktu lain kondisi, kesuksesan Korean Hallyu juga menjadi pintu gerbang masuknya dan dikenalnya masakan Korea. Kini, mencari restoran masakan Korea di Jakarta semudah mencari restoran cepat saji, karena keberadaannya yang tersebar di mana-mana. Mulai dari restoran yang menghidangkan masakan otentik Korea, fussion food ala Korea dan juga restoran cepat saji asal Korea. Para penggemar masakan Korea seperti saya pun berbahagia hati tentunya.

Lama tidak jajan masakan Korea, akhirnya beberapa waktu yang lalu saya pun mencoba satu gerai masakan Korea bernama Bornga Express yang berada di Food Avenue, Lt. 4, Lotte Shopping Avenue, Jakarta Pusat, persis di sebelah gerai Kafe Betawi. Kalau saya tidak salah ingat, dulunya gerai ini adalah gerai Ramen Sakura. Bornga sebenarnya bukan pemain baru di dunia kuliner ibu kota, restoran yang hadir sebagai restoran barbecue ala Korea ini sebelumnya sudah memiliki empat cabang yang tersebar di berbagai pelosok Jakarta. Namun, berbeda dengan restorannya, alih-alih menyajikan menu daging panggang, Bornga Expres hadir dengan menyajikan masakan Korea yang lebih kasual. Dengan kata lain, masakan yang disajikan biasanya menjadi menu rumahan di Korea sana.

Memesan makanan di Bornga Express Anda bisa memilih menu untuk berapa orang yang ingin Anda beli, mereka menyediakan menu mulai dari regular size, dua lauk yang porsinya pas untuk Anda sendiri, large size dengan empat lauk yang bisa Anda nikmati berdua dengan pasangan misalnya, atau family size dengan empat lauk ukuran besar yang diperuntukkan untuk empat orang. Setelah menentukan ukuran piring, Anda bisa memilih jenis nasi apa yang ingin Anda pilih. Ada tiga pilihan, yaitu nasi putih, nasi goreng daging sapi, dan nasi goreng kimchi. Sementara untuk pilihan lauk, variasi yang Bornga Express hadirkan juga lumayan beragam, seperti Bulgogi, Japchae, Toppokki, dan juga Fried Chicken Wings. Anda bebas memilih lauk apa saja, tetapi jangan kaget karena Anda akan dikenakan harga tambahan saat memilih lauk dari daging sapi. Harganya tergantung seberapa besar porsi yang Anda pilih.

Kalau Anda pernah makan di Mr. Park yang berada di Food Court Grand Indonesia, Bornga Express mirip seperti restoran tersebut, tetapi untuk masalah rasa saya lebih memilih Bornga Ekspress, terutama untuk menu Japchaenya. Bagi saya Korean casual dining yang satu ini cukup memuaskan dan membahagiakan perut saya dan saya akan menjadi salah satu pilihan saat saya makan di sini.
 
Oh iya, selain nasi dan lauk, Born Ga Express memiliki menu pendamping lainnya yaitu Kimchi, Daily Soup, Anchovy Stir Fry, Macaroni Salad, Glazed Potato, dan Fried Sugar Glazed Sweet Potato. Untuk sang buah hati, gerai dengan desain minimalis ini juga mempunyai menu khusus dengan porsi anak.

Mengenai range harga, makanan di Bornga Express dilabel mulai dari harga 9.000-an hingga 150.000 rupiah per porsinya. Sedangkan minuman, kalau saya tidak salah ingat mereka menyediakan beberapa jenis minuman ringan dan juga teh ocha. Hehehe, saya tidak bisa cerita banyak mengenai minumannya, karena waitress di sana sepertinya lupa menawarkannya kepada saya.

Overall, restoran ini enak dan menyenangkan. Jadi, bagi Anda penikmat kuliner Korea Selatan, bolehlah sesekali mampir dan mencoba makan di Bornga Express.






Nama Restoran: Born Ga Ekspress
Alamat: Food Avenue, Lt. 4, Jalan Professor Doktor Satrio Kav. 3-5, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta, Indonesia.
Google Maps:
 

Baca Juga: 
Makan Kenyang dan Nikmati Kopi di Lacamera Coffee

Sebagai seorang penikmat kopi, saat saya memiliki kesempatan untuk mengunjungi berbagai kota di Tanah Air biasanya saya juga akan menyambangi beberapa kedai kopi yang ada di sana. Belum lama ini saya bertandang ke Bandung, kota yang sarat akan sejarah kemerdekaan Indonesia. Akhirnya, berbekal informasi dari seorang teman saya yang juga pelaku bisnis kopi di Pekan Baru maka saya pun mendatangi satu kedai kopi yang berada di Jl. Naripan no. 79 Bandung. Satu kedai kopi cantik yang menamakan dirinya Lacamera Coffee.

Kedai yang di dominasi warna hijau tosca, kuning dan hitam dengan jendela-jendela berukuran besar ini terkesan sedikit kecil dari luar, belum lagi area parkiran mereka yang saya rasa jarang sepi alias selalu penuh semakin membuat kedai ini terlihat kecil. Namun jangan kaget, saat Anda membuka pintu dan melangkahkan kaki ke dalamnya Anda akan di sambut oleh satu ruangan luas dengan tata interior industrial namun tetap berkesan homy. Meja barista yang berada di sebelah kiri ruangan membujur panjang hingga separuh ruangan, sementara itu bangku-bangku dengan bantal-bantal empuk diletakkan di sisi kanan kedai. Terdapat juga satu lemari buku yang difungsikan sebagai sekat antar ruangan. Sedikit melangkah ke bagian dalam kedai ternyata Lacamera Coffee memiliki dua seating arrangement.

Berbeda dengan sisi dalam luar kedai, di bagian dalam belakang kedai mereka menatanya dengan gaya fine dining restaurant. Saya sempat bingung karena jarang sekali saya menemui kedai kopi yang menata ruangannya dengan interior ala restaurant. Di bagian pojok ruangan terdapat ruangan bermain, iya benar sekali ruang bermain, karena di sana terdapat sekitar tiga buah mesih bermain yang kalau saya tidak salah ingat salah satunya adalah mesin dart. Pengunjung kedai kopi bisa memainkan memainkan mesin-mesin permainan tersebut tetapi dengan beberapa syarat dan ketentuan yang berlaku.

Setelah memilih tempat duduk saya pun akhirnya memesan menu wajib saya di kedai kopi manapun, apalagi kalau bukan Cafe Latte, kali ini saya minta untuk dibuatkan dengan menggunakan biji dari Toraja. Oh iya, Lacamera Coffee ini juga termasuk salah satu kedai kopi yang menyajikan berbagai jenis biji kopi single origin dari berbagai penjuru daerah di Indonesia. Tidak hanya kopi, Selain menghidangkan kopi, Lacamera Coffee juga ternyata menghidangkan berbagai menu makanan berat, saya pun penasaran dan akhirnya memesan menu Bulgogi Waffle dan Green Tea Waffle.

Tidak memakan waktu lama bagi saya menunggu makanan dan minuman pesanan saya di hidangkan. Untuk kopi tidak perlu diragukan lagi, kedai yang satu ini memiliki kualitas biji kopi yang sangat baik dan juga kualitas barista yang mampu meracik kopi dengan ciamik. Kalau boleh jujur saya cukup terperangah dengan makanan yang mereka hidangkan. Rasanya saya tidak berlebihan jika mengatakan bahwa Lacamera Coffee merupakan salah satu kedai kopi yang tidak hanya sukses dengan hidangan kopinya, tetapi juga dengan makanan besar yang mereka tawarkan. Baru kali ini saya merasa puas menikmati maka di dalam kedai kopi. Porsi makanan yang mereka hidangkan terbilang cukup besar dengan rasa yang pas di lidah. Benar-benar memberi kesenangan tersendiri bagi saya.

Kedai kopi yang beroperasi setiap hari mulai pukul 8 pagi dan tutup pukul 11  malam (kecuali hari Jumat dan Sabtu, mulai pukul 10 pagi, tutup dini hari) ini juga bisa menjadi salah satu surga bagi Anda para penggemar manual brewing. Tidak hanya beragam jenis biji kopi, Lacamera Coffee juga menghadirkan berbagai macam cara manual brewing, lengkap mulai dari french press, vietnam drip, syphon, chemex, moka pot, hingga aeropress. Sementara itu untuk variasi kopi Anda juga tidak perlu khawatir, terutama bagi Anda yang bukan pengemar kopi hitam karena Lacamera Coffee juga memiliki menu kopi yang cukup beragam seperti Green Tea Latte, Red Velvet Latte, Latte Peppermint Coffee, dan masih banyak lagi. Menyenangkan bukan! Pastinya saya pasti akan kembali menyambangi kedai kopi yang satu ini saat berkunjung ke Bandung di lain waktu.








Nama Kedai Kopi: Lacamera Coffee
Alamat: Jl. Naripan No.7, Bandung
Website: Lacamera Coffee 
Instagram: lacameracoffe
Google Map:


Baca Juga:
Secangkir Latte di Kedai Kang Kopi
Filosofi Kopi, Seruput Sedap Kopi Nusantara

Nikmatnya Mie Kuah Khas Negeri Sakura
“Restoran Ramen dengan Harga Terjangkau di Jakarta”

Ramen, siapa yang tidak mengenal hidangan mie khas Jepang yang satu ini. Mie kenyal dengan kuah kaldu hangat dan gurih yang biasanya disajikan dengan berbagai jenis topping ini adalah salah satu jenis makanan asal Jepang yang sangat mendunia ketenarannya. Menu khas negeri sakura ini termasuk mudah untuk dicari di berbagai negara mana pun di seluruh belahan dunia, termasuk di Jakarta.

Kota yang merupakan Ibu Kota dari Indonesia ini termasuk salah satu kota yang memiliki banyak restoran yang menyajikan menu Ramen di dalamnya. Beberapa restoran masakan khas Jepang bahkan menghadirkan ramen sebagai menu andalannya. Salah satunya adalah restoran yang bernama Torico Japanese Noodle & Rice, restoran Jepang yang telah memiliki empat cabang di Jakarta ini juga menghadirkan ramen sebagai menu jagoannya.

Seperti kebanyakan restoran yang memiliki menu ramen, Torico Japanese Noodle & Rice  menyajikan dua jenis ramen, yaitu ramen kering dan ramen kuah. Namun berbeda dengan restoran ramen pada umumnya Torico Japanese Noodle & Rice tidak hanya memiliki berbagai variasi topping namun juga beberapa jenis kuah yang bisa dipilih sesuai dengan selera Anda. Untuk topping, torico menyajikan pilihan mulai dari daging ayam, daging sapi, bakso, nugget, seafood, atau sayuran. Sementara untuk kuah, restoran ini memiliki tiga jenis kuah yang bisa dipilih, yaitu miso, hot & spicy, dan juga curry based soup.

Ukuran mangkuk yang disajikan oleh Torico Japanese Noodle & Rice terbilang cukup besar, namun jangan khawatir harga yang ditawarkan oleh restoran ini sangatlah terjangkau. Untuk seporsi ramen hangat, bisa dibeli mulai dari kisaran harga 29 ribu hingga 39 ribu rupiah. Cukup murah bukan.

Selain menu ramen, sesuai dengan namanya, Torico Japanese Noodle & Rice juga menyajikan menu masakan Jepang lainnya seperti Donburi, Sushi, dan juga berbagai macam Tempura yang tidak kalah menariknya. Untuk menu Donburi, Torico Japanese Noodle & Rice menghadirkan menu Donburi dengan topping mulai dari daging ayam, daging sapi, ikan gindara, dan juga ikan salmon. Sementara untuk menu sushi, Torico Japanese Noodle & Rice hadir dengan berbagai jenis fussion sushi seperti Chicken Katsu Roll, California Roll, Seafood Fried roll, Ebi Crunchy Roll, Alaska Roll, Salmon Enoki Roll, dan masih banyak lagi. Menu Donburi dan Sushi juga ditawarkan dengan harga yang sangat terjangkau oleh Torico mulai dari 25 ribu hingga 45 ribu rupiah per porsi.

Hanya sekadar berniat untuk sekadar ngemil, Torico Japanese Noodle & Rice juga memiliki berbagai jenis menu makanan ringan seperti Chicken Karaage,Chicken Katsu, Beef Katsu, Tokyo Fried Tofu, Gyoza, Ebi Tempura, dan berbagai menu lainnya. Sementara untuk minuman Torico Japanese Noodle & Rice menghadirkan menu teh hijau khas jepang yang bisa di refill secara gratis dan berbagai macam minuman ringan lainnya.

Restaurant Name: Torico Japanese Noodle & Rice
Address: Plaza Semanggi, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 50, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12930, Indonesia
Phone: 021-29660798 Hours : Mon - Sun, 10 AM – 9 PM. No regular holiday Average budget lunch and dinner: Approximately, 50.000 -  70.000/person 
Website: TORICO 

Google MAP:

Baca Juga:
Secangkir Latte di Kedai Kang Kopi
Brown Sugar Lezatnya Sajian Menu Bistro Keluarga
 
City Tour ala Jakarta, kata kuncinya: SABAR


Called me norak, or whatever you want but I freakingly happy when finally able to try the double decker bus city tour Jakarta..yeaaaaaaaaaaaaaah!! Semuanya bermula dari jadwal long weekend minggu lalu, tanggal merah di hari sabtu secara menggembirkan berarti bahwa kelas bahasa Korea yang saya ikuti setiap hari Sabtu juga libur. Berbekal perasaan jenuh dengan kunjungan ke (berbagai) pusat perbelanjaan yang rutin saya dan teman-teman lakukan setiap akhir minggu akhirnya kami memutuskan untuk mencoba fasilitas wisata baru di Jakarta.

Bus City Tour Jakarta yang disediakan oleh pemerintah kota Jakarta ini rasanya baru berumur kurang dari satu tahun. Satu kemajuan pastinya, akhirnya Ibu Kota Indonesia bisa mempunyai satu fasilitas wisata keliling kota yang layak bahkan bisa dibanggakan (kondisinya saat ini). Saya beserta keempat teman saya, Sri, Kiki, Danti dan Ratna menunggu bus tersebut dari depan halte bus yang berada tepat di depan gedung Sarinah di jalan Jenderal Sudirman. Setengah jam berlalu, kami masih asyik mengobrol menunggu, satu jam berlalu mulai berisik protes, satu setengah jam berlalu akhirnya kami memutuskan jika dalam tempo setengah jam lagi bus tidak datang maka kami akan langsung ke Monas saja.

Setengah jam kemudian,
Tampaknya hari itu memang rejeki kami untuk menjajal bus city tour Jakarta, bus tingkat berwarna ungu dan kuning berhenti di halte bus Sarinah. Serta merta kami pun naik ke lantai dua bus ini. Kesan pertama saat pintu bus ini dibuka adalah ramah. Petugas bus menymabut seluruh penumpang dengan senyuman lebar dan membantu seluruh penumpang yang akan naik ke dalam bus. Ada beberapa peraturan yang berlaku selama kita berada di dalam bus ini, yaitu dilarang lari-larian di dalam bus, dilarang makan dan minum, dilarang berdiri. Senangnya saat saya menyadari bahwa seluruh tampaknya mematuhi seluruh peraturan tersebut. Interior bus terlihat sangat bersih dan terjaga, tidak ada jejak vandalisme yang biasanya ada di dalam bus-bus umum di Jakarta.

Jalur yang dilalui oleh bus city tour Jakarta ini adalah Bundaran HI - Pasar Baru - Monas, sampai kemarin saya naik tarifnya adalah gratis. Kabarnya nanti ke depannya akan dikenakan biaya setiap naik bus tersebut, tapi entah kapan. Bus ini tudak bisa berhenti di sembarang tempat, bus hanya berhenti di halte-halte tertentu yaitu Monas Merdeka Barat, Balai Kota, Sarinah, Bundaran Hotel Indonesia, Museum Nasional Merdeka Barat, Pecenongan, Pasar Baru Gedung Kesenian Jakarta, Mesjid Istiqlal dan Monas Merdeka Utara. Para penumpang bisa turun di beberapa titik yang menjadi lokasi wisata seperti Museum Nasional, Pasar Baru, Masjid Istiqlal dan juga Monumen Nasional. Total waktu yang kami butuhkan untuk berkeliling kota menggunakan bus ini hanya 15 menit, mungkin juga karena lalu lintas Jakarta yang sangat bersahabat di kala weekend tiba. Kalau dihitung-hitung waktu menunggu lebih lama dibandingkan lamanya waktu naik bus, ya mungkin memang kata SABAR menjadi kunci saat ingin mencoba fasilitas yang satu ini. Semoga ke depannya jalur keliling kota ini diperbanyak begitu juga dengan armada busnya. Amin.

Menikmati pemandangan ibu kota belum lengkap rasanya tanpa mengabadikannya, berikut beberapa gambar yang berhasil saya abadikan sore itu.


The Weekenders!!
Enjoy Jakarta!!
Gedung Filateli Jakarta
Patung Kuda di Jl. Medan Merdeka
Dari seberang Menara Cakrawala

Gereja Katedral Jakarta

Istana Kepresidenan


The Famous, Monumen Nasional

Adios... ^_^