TINGGAL DI PUSAT KOTA DENGAN NUANSA PERKAMPUNGAN ANANDA OMESH
DAMBAKAN HUNIAN YANG NYAMAN BAGI KELUARGA


Tumbuh dan besar di daerah perkampungan memberikan inspirasi pada presenter Ananda Omesh membangun satu hunian nyaman bagi keluarga kecilnya di tengah hiruk pikuk Jakarta. 

Keteraturan, itulah kunci utama ketenangan sebuah rumah tinggal bagi Ananda Omesh. Terbiasa dengan lingkungan alam dan juga suasana perkampungan membuat Omesh kurang menyukai lokasi rumah yang berada di dalam sebuah kompleks perumahan. Kini, ia dan keluarga kecilnya menempati satu rumah yang dilengkapi taman bermain dan bengkel kecil di daerah perkampungan dan berada dekat dengan masjid yang telah menjadi impiannya sejak dulu kala.
DARI REMPOA KE PUSAT KOTA
Berlokasi di daerah Jakarta Selatan, lokasi rumah salah satu presenter andal Tanah Air ini terbilang cukup sulit untuk ditemukan. Walaupun berada di pusat kota, lokasi kediaman Ananda Omesh masih memiliki suasana kampung yang cukup kental. Masih ada tukang hewan ternak dadakan yang berjualan tepat di sebelah rumahnya, dan lantunan ayat suci Alquran juga terdengar jelas dari pengeras suara masjid dekat rumahnya. Ditemui oleh HELLO! Indonesia sang pemilik rumah mengatakan bahwa memiliki rumah di perkampungan ini adalah impiannya sejak dulu.

“Kebetulan saya dan istri memang kurang menyukai rumah di kompleks perumahan, lagipula sejak kecil saya sudah terbiasa tinggal di kawasan perkampungan seperti ini. Jadi, saat bisa memiliki rumah sendiri, saya memutuskan untuk memiliki rumah di kota
dengan nuansa kampung,” ujar Ananda Omesh.

Kisah pembelian rumah ini sendiri terbilang cukup unik. Omesh menemukan rumahnya dari situs penjualan rumah online setelah sekitar lebih dari setahun mencari-cari rumah yang cocok baginya dan keluarga. Awalnya, Omesh ingin memiliki rumah dengan tanah yang luas, sehingga ia sempat melirik tanah di wilayah sekitar Rempoa, Ciputat, Tangerang Selatan. Namun tampaknya rezeki belum berpihak kepada Omesh, ia malah ditipu oleh penjual tanah di sana. Setelah kejadian tersebut akhirnya Omesh dan istri memutuskan untuk mencari rumah di sekitar wilayah Jakarta Selatan, seperti Kemang, Bangka, dan Cipete sehingga lokasinya tidak terlalu jauh dari tempatnya dan tempat sang istri bekerja. Namun ternyata keberuntungan justru jatuh pada rumah yang berlokasi di bilangan Pejaten ini.

“Dulu kami sudah sempat lewat di depan rumah ini, namun saat itu belum tertarik. Nah satu kali kami lewat lagi di depan rumah ini dan ternyata rumah ini dijual, akhirnya kita coba masuk ke dalam dan langsung jatuh cinta pada rumah ini saat kami berada di dalamnya. Rumah ini kami beli tahun 2013,” jelas Omesh.

Pada saat direnovasi, bentuk rumah ini tidak terlalu banyak mengalami perubahan. Omesh meminta bantuan tiga orang desainer untuk mempercantik rumahnya, meliputi desain interior, desain taman dan pelukis mural. Renovasi menghabiskan waktu sekitar delapan bulan hingga rumah ini siap di huni.

SENTUHAN EKLEKTIK KE AMERICAN VINTAGE
 “Kalau boleh jujur awalnya saya ingin mencoba membuat rumah dengan nuansa eklektik dengan sentuhan british vintage. Konsep eklektik sendiri pada dasarnya adalah saya bisa meletakkan barang, atau menabrakkan warna sesuka hati. Tapi ternyata saya tidak seberani itu, karena pada dasarnya saya orang yang sangat teratur. Akhirnya konsep eklektik pun bergeser ke british vintage, namun setelah semua perabot sudah jadi, barang-barang masuk ke dalam rumah dan diletakkan di posisinya justru nuansa american vintage yang keluar,” ujar Omesh sambil tertawa.

Memang pilar-pilar putih tampak mendominasi tembok lantai atas rumah ini dan warna- warna dasar putih dan abu-abu juga menjadi warna utama. Belum lagi berbagai macam benda yang sangat bernuansa american vintage seperti mesin juke box dan pinball juga ada di sini. Sentuhan Amerika sangat terasa di area ruang makan. Omesh mencoba menghadirkan nuansa interior kafe klasik ala Amerika di sana.

Sentuhan warna merah yang tampak hadir di setiap ruangan juga semakin mempertajam nuansa klasik Amerika. “Istri saya sebenarnya sangat menyukai warna merah, namun kembali ke konsep rumahnya maka penggunaan warna merah harus diminimalisir. Lalu akhirnya hal ini diwakili dengan meletakkan benda-benda berwarna merah seperti lukisan dinding, kulkas dan juga furnitur di ruangan,” papar Omesh.

Omesh terbilang cukup detail dalam memilih seluruh perabot yang akan mengisi rumahnya. Hampir seluruh furnitur rumahnya ini dibuat secara khusus dengan bantuan sang desainer interior. Rumah yang menghabiskan dana renovasi lebih dari satu miliar rupiah ini memiliki empat kamar, salah satunya difungsikan sebagai walking closet dan satu buah bengkel kecil terdapat di bagian depan rumahnya.

“Sebenarnya hobi saya adalah mengoleksi sepeda motor dan ada 14 buah sepeda motor yang saya miliki. Mulai dari motor Vespa, Harley Davidson, motor- motor Inggris, motor-motor Jepang, superbike, motor trail, motor sport dan juga motor custom. Nah, akibat koleksi saya itu akhirnya keluarlah satu syarat dari istri saya, jika memang menyukai sepeda motor, maka saya harus memiliki fasilitas pendukungnya. Akhirnya saya mendirikan satu bengkel kecil di bagian depan rumah. Bengkel itu akhirnya menjadi salah satu lokasi favorit berkumpul dengan teman-teman di rumah,” ujar Omesh.

“Belum lagi kebetulan saya juga punya satu klub motor, dan kebetulan lagi saat ini saya terpilih menjadi ketuanya. Ya, keberadaan bengkel itu menjadi sangat bermanfaat bagi saya dan teman-teman,” ujarnya lagi.

Kediaman Omesh ini juga dipersiapkan sebagai rumah yang ramah untuk anak. Terdapat taman bermain di lantai atas dan juga taman kecil tepat di samping area bermain anak. Omesh bahkan mempersiapkan satu tembok yang sudah di warnai dengan cat khusus untuk zona corat-coret sang buah hati.

“Saya mempersiapkan rumah ini supaya nyaman untuk seluruh anggota keluarga, juga untuk anak saya Embun. Di lantai atas ada taman bermain kecil yang disertai dengan kolam renang untuk Embun bermain air. Sementara taman kecil di bawah nantinya juga bisa menjadi tempatnya bermain-main,” jelasnya sambil tersenyum.

Salah satu yang menarik perhatian mata saat memasuki rumah pembawa acara peraih Panasonic Award ini adalah keberadaan satu lemari besar berisikan berbagai macam action figure mulai dari Predator, Superman, Avatar, Gollum, Freddy dan Jason, Texas Chainshaw Massacre dan masih banyak tokoh-tokoh jagoan maupun tokoh penjahat lainnya.

“Bisa dikatakan sebenarnya mengoleksi action figure bukanlah hobi. Tetapi kebetulan saya menyukai kegiatan ini. Awalnya saya mengoleksi tokoh-tokoh jahat. Tapi lambat laun akhirnya saya juga mengumpulkan tokoh- tokoh jagoan seperti Superman dan Avatar,” tutur Omesh.

Action figure favorit Omesh adalah tokoh jagoan Ghost Rider dan Hans Landa, seorang tokoh dari film Inglourious Basterds. “Ghost Rider itu action figure favorit saya, karena dulu saat saya pertama kali memiliki sepeda motor saya beri nama Ghost Rider. Saya buat motor itu mirip dengan tokoh itu. Tapi jika ditanya mana yang paling sulit didapatkan dan paling favorit, tentu saja action figure tokoh Hans Landa dari film Inglourious Basterds,” jelasnya lagi.

PENGAKUAN DI BIDANG FILM DAN JADI PRESIDEN
Berbicara mengenai kariernya di dunia hiburan, Omesh mengaku bahwa saat ini ia sedang memfokuskan diri dengan kariernya di dunia perfilman Tanah Air. Targetnya adalah bisa mendapatkan satu penghargaan di bidang perfilman.

“Dulu saya sudah pernah memenangkan piala Panasonic untuk kategori “Talent Show Presenter Terfavorit” pada tahun 2011. Kini saya menargetkan bisa meraih penghargaan apa pun untuk kerja saya di bidang perfilman. Ini bukan target semata, namun bagi saya berhasil memenangkan satu penghargaan sama dengan pengakuan hasil kerja saya di bidang tersebut,” papar Omesh.

Dukungan keluarga dalam kariernya juga sangat besar mengingat istri Omesh juga berasal dari kalangan dunia hiburan. Walaupun demikian, pada awalnya ia sempat mendapatkan tentangan dari kedua orang tuanya untuk terjun ke dunia ini.

“Orangtua awalnya kurang menyetujui saya masuk dunia hiburan. Mereka berharap saya bisa terjun di bidang pemerintahan seperti menjadi gubernur atau presiden. Mengingat cita-cita saya dari dahulu memang ingin menjadi presiden,” ujar Omesh sambil tersenyum.

“Cita-cita itu masih ada sampai sekarang, saya juga sangat aktif di berbagai organisasi sejak di bangku kuliah. Sekarang juga saya terlibat di dalam kegiatan beberapa organisasi independent non partai. Semoga suatu hari cita-cita saya ini bisa terwujud,” kata Omesh yakin.


Sumber: Majalah HELLO! Indonesia, November Edition
Rubrik: Home Sweet Home
TERJUN KE DUNIA PEMBAWA ACARA
SHAFIRA UMM
INGIN MENJADI SOSOK YANG INSPIRATIF

Gadis berkulit eksotis berdarah Arab kelahiran Jakarta ini terjun ke dunia pembawa acara akibat dorongan sang ayah, sesaat sebelum ia memasuki bangku kuliah. Karier profesional Shafira sendiri dimulai pada tahun 2006 saat mengikuti ajang VJ Hunt yang diadakan oleh salah satu stasiun televisi swasta. Rasa penasarannya pun akhirnya membawa Shafira mencoba terjun di dunia layar lebar Tanah Air dengan membintangi film Cahaya Timur Beta Maluku awal tahun 2014 ini. Ditemui HELLO! Indonesia, Shafira Umm menceritakan mimpi terbesarnya yang bisa memberikan inspirasi bagi orang banyak di luar sana.
 
Awal karier Anda di dunia pembawa acara?
“Karier saya di dunia pembawa acara itu dimulai pada tahun 2006, saya mengikuti ajang VJ Hunt yang diadakan oleh salah satu stasiun televisi swasta. Walaupun tidak memenangkan kompetisi tersebut, saya terpilih menjadi finalis. Saat itu semua finalis diberi kesempatan untuk tetap terjun di dunia pembawa acara sebagai co-VJ dengan masa kontrak selama tiga bulan. Setelah kontrak selesai, berbagai tawaran berdatangan, mulai dari casting untuk menjadi pembawa acara televisi, bintang video klip hingga bintang iklan.”

Apakah menjadi pembawa acara memang cita- cita Anda sejak kecil?
“Bukan, keinginan menjadi pembawa acara itu muncul setelah saya menyelesaikan kursus pendek menjadi pembawa acara yang saya ambil setelah menyelesaikan pendidikan SMA di tahun 2002. Saat itu saya sedang dalam masa jeda menunggu perkuliahan dimulai. Sebenarnya ini adalah jasa ayah saya. Beliau menyarankan saya untuk mengambil kursus tersebut. Kursus berlangsung selama kurang- lebih satu tahun, mulai dari belajar di kelas hingga kunjungan ke stasiun-stasiun televisi. Itu awal saya mulai melirik dunia pembawa acara.”
 
Alasan utama akhirnya tertarik ke dunia pembawa acara?
“Menjadi pembawa acara itu sangat menyenangkan, satu hal yang paling pasti adalah banyak privilege yang bisa didapatkan di bidang ini. Selain itu juga, menjadi pembawa acara itu bagaikan menjadi jembatan bagi orang-orang untuk mendapatkan berbagai macam informasi. Saya bisa berbicara mengenai kesehatan tanpa harus menjadi dokter, membahas mengenai arsitektur tanpa harus menjadi arsitek. Sangat banyak informasi dan juga ilmu yang bisa saya dapatkan lewat profesi ini. Hal itu sangatlah menarik.”

Apa hambatan terbesar yang dirasakan sebagai pembawa acara? 
“Usia merupakan hambatan terbesar profesi ini di Indonesia. Sebagai pembawa acara, banyak mimpi yang masih ingin saya kejar, namun di Indonesia profesi ini memiliki batas waktunya. Menurut saya seharusnya tidak seperti itu. Jika kita melihat dunia pembawa acara di Amerika misalnya, semakin tua umur pembawa acara maka kepercayaan penonton kepada mutu acara tersebut semakin tinggi. Kita lihat contohnya Samantha Brown, Oprah Winfrey dan mendiang Joan Rivers. Sementara di sini terbalik, semakin muda malah dianggap lebih bisa dipercaya. Saya sangat berharap bahwa paradigma ini bisa berubah, mengingat pengalaman itu adalah satu hal yang tidak bisa dibeli.”
 
Apa cita-cita besar Anda di dunia pembawa acara?
“Saya terinspirasi oleh sosok Samantha Brown, sehingga cita-cita terbesar di dunia pembawa acara ini adalah bisa memiliki satu program TV sendiri, program jalan-jalan keliling dunia. Karena cara pandang hidup orang yang suka traveling itu berbeda. Mereka bisa memandang segala sesuatu dari berbagai sisi, tidak hanya satu sisi saja. Namun dalam acara tersebut saya ingin bisa memberikan sesuatu baik untuk masyarakat yang tempatnya dikunjungi. Tidak hanya sekadar jalan-jalan. Saya ingin bisa memberi inspirasi kepada orang banyak.”
 
Mengapa akhirnya juga terjun ke dunia film?“Bisa dikatakan, saya terjun ke dunia layar lebar ini secara tidak disengaja. Sekitar empat tahun lalu, saya sempat mewawancari Dwi Sasongko, salah satu sutradara andal tanah air. Kala itu saya masih menjadi co-host di acara Show Biz Metro TV. Dia pernah mengatakan ingin membuat satu proyek khusus, ternyata ya film Cahaya Timur Beta Maluku ini. Akhirnya saya ikut dalam proses audisi dan terlibat dalam film ini. Dunia film itu sangat menarik, banyak proses yang harus dilewati.”

Mana yang lebih disukai, dunia presenter atau film?
“Dua-duanya saya suka, tapi sampai saat ini prioritas masih ada di dunia pembawa acara. Mengingat saya juga memulai semuanya dari dunia ini. Walaupun dunia film memberikan sensasi sendiri, dunia presenter ini menawarkan banyak mimpi yang sangat ingin saya wujudkan.”

Sumber: Majalah HELLO! Indonesia, November Edition
Rubrik: Starlet


 Surga baru bagi para pecinta cokelat lokal hadir di Jakarta. Adalah Pipiltin Cocoa, gerai cokelat yang menyajikan menu cokelat asli dari Indonesia. Berikut adalah sedikit tulisan tentang surganya penikmat cokelat yang ada di Ibukota

NIKMATI MEWAHNYA RASA COKELAT NUSANTARA 
Pemuja cokelat kerap mengibaratkan nikmatnya cita rasa cokelat dengan surga dunia. Kini telah hadir sebuah kafe yang menawarkan aneka rasa surga dunia asli Indonesia

Cokelat, kudapan satu ini termasuk salah satu kudapan yang paling banyak digemari oleh berbagai kalangan, mulai dari anak- anak hingga orang dewasa Pipiltin Cocoa kini hadir menawarkan kemewahan rasa yang dimiliki oleh cokelat nusantara.

Berlokasi di kawasan Senopati Jakarta, Pipiltin Cocoa hadir memanjakan para pecinta cokelat di Ibukota. Gerai cokelat yang hanya menjual cokelat asli Indonesia ini memanjakan para pecinta cokelat dengan kemewahan rasa yang dimiliki oleh cokelat Nusantara. Menurut Tissa Aunilla, salah satu pemilik Pipiltin Cocoa, mengemukakan alasan dibangunnya gerai cokelat ini adalah untuk memperkenalkan kemasyhuran cokelat Nusantara ke masyarakat. “Indonesia negara penghasil biji cokelat ketiga terbesar di dunia. Hal ini menggerakkan saya dan Irfan rekan saya untuk mendirikan gerai cokelat yang bahan cokelatnya menggunakan 100 persen cokelat asal Indonesia,” jelas Tissa. Berbeda dengan gerai- gerai cokelat lainnya, Pipiltin Cocoa memproduksi cokelatnya sendiri, mulai dari biji cokelat hingga menjadi cokelat batangan.

Gerai kedua Pipiltin Cocoa ini didesain apik dengan konsep avant garde yang inovatif di dominasi dengan unsur kayu dan interior bernuansa butik, serta dining area berupa lounge yang nyaman. Saat sore hari yang temaram, lampu dalam kafe menghadirkan suasana cantik tersendiri.

Berbagai menu jenis olahan cokelat Pipiltin Cocoa dijamin akan memanjakan para pecinta cokelat, mulai dari berbagai jenis praline, verrine, choco disc dan juga chocolate bar. Menu andalan yang bisa Anda cicipi antara lain adalah Another Egg No, cokelat berbentuk separuh telur yang disajikan dengan white chocolate pannacotta, saus mangga berwarna kuning dan chocolate chilli soil yang memberikan sensasi pedas di dalam mulut. Atau nikmati Dark Chocolate Wafel Vanilla Ice Cream & Longan Honey, yaitu wafel yang disajikan dengan ice cream vanilla dan siraman saus cokelat yang memanjakan indera perasa.

Bagi para penggemar dessert seperti tiramisu dan pannacotta, verrine bisa menjadi pilihan. Dessert ini disajikan cantik di dalam jar dengan warna - warni yang indah. Anda juga bisa mencoba bermain chocolate roulette dengan memesan berbagai jenis praline andalannya, mulai dari praline berisi karamel, kopi, buah-buahan, green tea, hingga praline berisi chilli.

Dengan kapasitas sekitar 20 - 25 orang, gerai Pipiltin Cocoa yang terletak di daerah Senopati Jakarta Selatan ini buka setiap hari dari Senin sampai Minggu, mulai pukul 10 pagi hingga 10 malam. Kafe ini juga menyediakan layanan reservasi.


Sumber: Majalah HELLO! Indonesia, Oktober Edition
Rubrik: Resto
Jatuh cinta dengan dunia balik layar, itu adalah kalimat yang bisa menggambarkan seorang Lola Amaria, kali ini saya mendapatkan waktu untuk mewawancarai sosok perempuan independen ini. Tentang karya terbarunya dan bagaimana ia akhirnya terjun bebas ke dunia balik layar... 

MENGAWALI KARIER DI LAYAR KACA
LOLA AMARIA KINI HADAPI TANTANGAN DI BALIK LAYAR

Lola Amaria, perempuan berdarah Palembang-Sunda ini memulai kariernya dengan menjuarai kontes kecantikan pada tahun 1997. Dikenal di layar kaca setelah sukses membintangi tokoh Sila di sinetron Penari, Lola melakukan debut layar lebar tahun 2000 di film berjudul Tabir. Salah satu filmnya yang meledak di pasaran adalah Ca Bau Kan (2002). Puas menjelajah dunia depan layar, Lola penasaran terjun ke dunia belakang layar. Tahun 2004, Lola memulai karier sutradaranya dalam film Novel Tanpa Huruf R.

Film terakhir yang dikerjakan?
“Judulnya Negeri Tanpa Telinga. Film ini bercerita tentang politik, kekuasaan dan seks yang disajikan dalam bentuk komedi satir.”

Apa alasan Anda memilih film dengan tema politik yang bernuansa komedi?
 “Awalnya saya membuat film ini karena melihat kondisi politik di Indonesia. Tema yang diangkat cukup berat, akhirnya saya memilih menyajikannya dalam nuansa komedi satir.”

Apa pesan yang ingin disampaikan dalam film ini?
 “Saya berkecimpung di dunia film, maka saya mencoba membuat film yang bisa menyampaikan pesan dan harapan. Semoga dalam kabinet baru, tidak ada korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, skandal seks, dan uang negara benar-benar digunakan demi kesejahteraan rakyat. Semoga Indonesia menjadi jauh lebih baik.”

Kapan mulai tertarik di dunia balik layar?
“Awal tahun 2000, tapi resmi di belakang layar sekitar tahun 2003. Tantangan di belakang layar lebih banyak, baik dari segi penulisan naskah, penyutradaraan, maupun produksi. Alasan lainnya adalah usia. Di Indonesia, artis itu punya ‘masa tayang’, biasanya selesai di umur 35 tahun. Berbeda dengan Amerika, tokoh senior masih bisa mendapat peran utama, bahkan meraih penghargaan seperti piala Oscar.”

Tokoh yang menginspirasi untuk terjun ke dunia belakang layar?
“Banyak tokoh seperti Jodie Foster, Joan Chen, Drew Barrymore, Tom Hanks, Ben Affleck, dan Madonna. Mereka berangkat dari depan layar, namun sudah menjadi tokoh di balik layar. Sementara tokoh dalam negeri antara lain Rima Melati, Christine Hakim, Mira Lesmana, dan Nia Dinata. Mereka sebagian dari perempuan perkasa yang menghidupkan kembali perfilman Indonesia dari awal tahun 2000-an hingga saat ini.

Pendapat Anda tentang citra film Indonesia saat ini?
“Menyedihkan. Karena di saat penonton menemukan satu film Indonesia yang buruk, lalu mereka beranggapan bahwa semua film Indonesia itu buruk, sehingga ketika ada film bagus yang ditayangkan, mereka tetap tidak mau menonton. Ini juga tugas semua pihak untuk terus memajukan dan mempromosikan film Indonesia.”
 
Harapan terhadap perfilman Indonesia?
“Saya selalu berpikir positif dan berharap yang terbaik bagi perfilman Indonesia. Semoga mutu film Indonesia lebih baik lagi, sistem juga lebih mendukung. Ada dukungan dari lembaga, investor, dan juga bertambahnya jumlah bioskop. Jumlah bioskop itu sangat penting supaya film Indonesia bisa tayang lebih banyak dan tidak didominasi oleh film asing. Terlebih saat digempur oleh film-film blockbuster Hollywood.”

Hobi seorang Lola Amaria?
“Hobi saya traveling, nonton, membaca buku, dan diving. Penulis favorit saya salah satunya Paulo Coelho. Tulisan Coelho sangat mudah dicerna. Kisah yang dia tulis tidak berbeda jauh dengan kisah yang ada di Indonesia. Membaca bukunya bagaikan membaca buku harian sendiri. Untuk travel, lokasi favorit saya di wilayah Timur Indonesia, seperti NTT, Ambon, Flores, dan Raja Ampat.

Sumber: Majalah HELLO! Indonesia, Oktober Edition
Rubrik: Di balik Layar


Di bulan oktober ini saya mendapat kesempatan untuk mewawancarai duo pasangan pebisnis ini, simak perjalanan cinta mereka yang ternyata berawal dari dunia bisnis yang mereka geluti...


BERTEMU KEMBALI DALAM DUNIA BISNIS
ADI DAN DONITA
MELENGGANG KE PELAMINAN 


Perbedaan usia sepuluh tahun tidak menjadi halangan bagi artis sinetron Donita untuk akhirnya menerima pinangan dari kekasihnya, presenter Adi Nugroho beberapa waktu yang lalu.

Singkatnya, waktu pacaran yang mereka jalani tidak menjadi halangan untuk mantap melangkahkan diri ke pelaminan. Ditemui di Hotel The Sultan Jakarta, Adi Nugroho dan perempuan kelahiran 25 tahun yang lalu tersebut menceritakan kisah pertemuan hingga harapan mereka dalam pernikahan kepada HELLO! Indonesia.

Bisa diceritakan kapan pertama kali berjumpa? 
Adi: Pertama kali saya bertemu Donita sekitar tujuh tahun yang lalu. Kami sempat saling bertukar nomor handphone, tetapi tidak ada komunikasi lebih lanjut. Lucunya kala itu, salah satu teman di studio iseng menggoda saya supaya berkenalan lebih lanjut dengan Donita, namun saat itu usia Donita masih 19 tahun. Masih tergolong sangat belia. Mungkin kalau kala itu usia Donita sudah dua puluhan, ceritanya akan berbeda.

Donita: Waktu pertama kali bertemu dengan Adi itu sekitar tujuh tahun lalu di lokasi syuting. Kala itu kami menjadi bintang tamu di sebuah acara sahur di salah satu stasiun televisi nasional. Kami sempat bertukar nomor handphone, tetapi kemudian tidak saling menghubungi.
 
Lalu kapan akhirnya mulai saling menghubungi?
Adi: Awalnya mulai menghubungi Donita lagi sekitar satu setengah tahun yang lalu. Karena kami ada urusan bisnis. Saya, Donita dan beberapa rekan artis membuka usaha restoran bersama. Jadi ya mau tidak mau akhirnya mengontak Donita. Sebenarnya tidak ada niat menghubungi Donita secara pribadi, namun tiba-tiba ada seseorang dengan nama mamanya Donita mengundang saya ke dalam percakapan BBM- nya. Untuk memastikan benar atau tidaknya, akhirnya saya menghubungi Donita. Itu awal saya dan Donita mulai kembali berhubungan, yang berlanjut hingga sekarang.

Donita: Kalau saya tidak salah ingat itu terjadi sekitar satu setengah tahun yang lalu. Awalnya, Mama mengundang Adi ke daftar pertemanannya di BBM. Adi curiga apakah itu betul mama saya yang mengundang. Jadi ia memastikannya dengan menanyakan hal itu terlebih dahulu kepada saya. Orang pertama yang kenal dekat dengan Adi justru mama saya. Ada beberapa kali kesempatan Mama mengantar saya ke lokasi syuting dan bertemu dengan Adi di sana. Kalau saya tidak salah ingat, malah ada satu kesempatan kami bertiga shalat berjamaah di lokasi syuting. Saat itu Adi yang menjadi imamnya.

Kemudian menjalin hubungan serius sebagai pasangan? 
Adi: Sekitar satu tahun lalu. Saya akhirnya memutuskan untuk menjalin hubungan serius dengan Donita. Saya benar-benar yakin bahwa Donita adalah the one buat saya, bahkan saya sudah yakin bahwa saya pasti akan menikahinya suatu hari nanti kala pertama kali saya berkunjung ke rumahnya. Ada satu suara dari dalam hati saya yang mengatakan bahwa perempuan inilah yang saya inginkan menjadi pendamping hidup saya. Alhamdulillah, doa saya dikabulkan dan sekarang dia sudah menjadi the one saya.

Donita: Mulai berhubungan lagi dengan Adi kira-kira satu setengah tahun lalu. Hubungan serius sebagai pasangan terjalin sekitar satu tahun lalu. Sekitar setengah tahun yang lalu, Adi resmi meminang saya sebagai pasangan hidupnya. Memang waktunya cukup singkat, namun saya cukup yakin untuk mengiyakan pinangannya. Kini kami sudah resmi menjadi suami-istri.
 
Apa yang memunculkan keyakinan untuk melangkah ke pelaminan secepat ini? 
Adi: Kalau ditanya apa yang membuat saya memutuskan untuk melangkah ke pelaminan dalam kurun waktu yang sesingkat ini sebenarnya saya juga tidak bisa menjawabnya. Namun, dari awal memulai hubungan dengan Donita saya memang sudah meneguhkan hati bahwa saya serius menjalani hubungan ini. Donita adalah perempuan yang baik dan perhatian kepada saya. Walaupun ia anak bungsu dalam keluarganya, Donita tidak seperti anak- anak. Bersikap manja itu wajar, tetapi ia juga bisa berpikir secara dewasa.

Donita: Entahlah, tetapi saya memang sudah yakin dengan Adi. Buat saya selama ini Adi cukup bisa menjadi semua figur yang saya butuhkan. Adi bisa menjadi kakak, teman, guru, ayah, sekaligus kekasih bagi saya. Adi memahami saya apa adanya dan juga sangat perhatian kepada saya. Bagi saya orang yang bisa memahami saya dengan baik pasti baik buat saya. Nilai tambah Adi di mata saya adalah sikapnya yang baik kepada orang-orang di sekitar saya. Adi sangat dekat dengan keluarga saya. Ini salah satu hal yang sangat saya banggakan dari hubungan kami, mengingat di sini menikah berarti juga menikahkan kedua keluarga. Saya bersyukur bahwa hubungan antara dua keluarga kami sangat baik, saya diterima dengan baik oleh keluarga Adi, begitu juga sebaliknya. Kebetulan adik Adi seumuran dengan saya. Kami sekarang bersahabat dengan akrab.

Pengaruh perbedaan umur sepuluh tahun dalam hubungan kalian?
Adi:
Tidak terlalu berpengaruh pada hubungan kami, karena di usia yang terbilang masih muda ini Donita sudah sangat dewasa. Walaupun ia suka bercanda kekanak-kanakan, pola pikirnya tetap dewasa dibandingkan saya. Nyatanya dalam kehidupan sehari-hari Adi adalah orang yang cukup santai.

Donita: Sejujurnya, saya justru tidak menyadari kalau perbedaan umur kami sebanyak itu. Hal itu sama sekali bukan masalah bagi kami. Pada dasarnya saya bukan tipe orang yang bisa hidup bersama dengan orang yang suka menggurui. Kebetulan Adi bukan sosok yang seperti itu. Jadi perbedaan usia hingga sepuluh tahun itu tidak begitu saya rasakan. Saya baru merasakan perbedaan umur kami ini biasanya ketika saya sedang menghadapi masalah. Karena Adi bisa bersikap jauh lebih dewasa daripada saya. Adi juga selalu memberikan semangat kepada saya saat saya mengerjakan segala sesuatu, mulai dari karier hingga dunia pendidikan.

Apabila kami sedang menghabiskan waktu bersama, terkadang saya yang terkesan jauh lebih serius daripada Adi. Saya termasuk orang yang perfeksionis. Namun Adi mengajarkan saya supaya bisa lebih santai dalam hidup. Contohnya saat saya meributkan masalah nilai kuliah yang tidak sesuai dengan target, Adi hanya mengatakan seperti ini: “Nanti ada satu masanya kamu hanya tertawa mengingat masa-masa seperti ini.” Hal-hal seperti ini yang membuat Adi jauh terlihat dewasa dibandingkan saya. Nyatanya dalam kehidupan sehari-hari Adi adalah orang yang cukup santai.

Ingin punya anak berapa?
Adi: Saya tidak pernah menargetkan kapan punya anak dan berapa jumlahnya. Saya tergantung Donita saja. Karena dia yang hamil dan melahirkan nantinya. Apabila Donita ingin keluarga besar, ya saya ikuti kemauannya. Demikian pula apabila Donita ingin keluarga kecil.

Donita: Buat saya, anak itu adalah rezeki. Jadi saya tidak pernah menargetkan jumlah anak yang akan kami miliki. Semua itu tergantung seberapa besar kepercayaan Yang Maha Kuasa dalam memberikan anak kepada kami.

Harapan Adi dan Donita terhadap pernikahan ini?
Adi: Semoga kami bisa menjalani bahtera rumah tangga kami ini dengan baik. For better and for worse saya berdoa bahwa kami akan selalu bisa menghadapi dan melewatinya bersama-sama.

Donita: Harapan saya, semoga kami bisa menjadi keluarga yang selalu berbahagia. Saat ini Adi adalah sosok laki-laki yang paling baik yang saya kenal setelah ayah saya. Mudah-mudahan Adi selamanya akan menjadi sosok seperti itu bagi saya. Adi akan tidak hanya menjadi sosok yang sangat saya sayangi, tetapi juga sebagai sosok yang selalu saya banggakan.

Sumber: Majalah HELLO! Indonesia, Oktober Edition
Rubrik: Celeb News

Oreo Goreng
Food Truck Inspired...


Awalnya gara-gara nyobain oreo gorang ala food trucknya FX waktu buka puasa sama anak-anak ex KTT APEC yang ternyata endeees, melihat penampakan oreo goreng itu gw langsung puter otak dan gw yakin kalo gw bisa bikin oreo goreng ini dirumah..할수 있어용!!!

Akhirnya selang dua hari kemudian gw bikinlah oreo goreng ini dirumah, yang pas buka puasa langsung abis tak bersisa. Kalo adek bungsu gw bilang oreo gorengnya enaaaaak..hehehe...dan kayaknya animo temen-temen gw buat tau cara bikin oreo goreng ini cukup banyak, jadi saatnya berbagi resepnya...so here we go..

OREO GORENG

Bahan:
Biskuit Oreo
Tepung Terigu
Tepung Sagu (1/4 dari banyaknya tepung terigu)
Gula Bubuk (boleh ga dipake)
Garam secukupnya
Air
Minyak Goreng
Gula Tabur, Meises, Coklat Cair (Untuk Hiasan)

Cara Membuat:
1. Campur tepung terigu, tepung sagu, gula bubuk dan garam dalam satu wadah, aduk rata.
2. Tuang air perlahan-lahan sambil terus diaduk hingga kekentalan adonan dirasa pas.
3. Panaskan minyak dalam penggorengan, minyaknya harus cukup banyak biar oreonya kerendem minyak semua.
4. Celupkan oreo kedalam adonan, goreng hingga kecoklatan, angkat.
5. Celupkan lagi oreo yang sudah di goreng ke dalam adonan, goreng lagi hingga kecoklatan, angkat.
6. Sajikan oreo goreng dengan taburan gula, meises atau coklat cair.

Selamat Mencoba...

Adios.. ^_^
My First Travel Article in HELLO! Indonesia

Another article I wrote this month was travel article, let me bring you all to Enjoy the City of Segovia and the Awesome land of Tibet...


SEGOVIA 

Segovia, kota yang terletak di utara Madrid dan memiliki luas 163,3 km ini merupakan salah satu situs warisan UNESCO. Kota dengan pemandangan kastil-kastil yang menjulang tinggi layaknya di Negeri Dongeng ini menjadi pilihan Novita Angie dan suami untuk mengisi perjalanan mereka setelah menyelesaikan kegiatan di Spanyol.

Jika Anda berangkat dari Madrid, Segovia termasuk mudah dikunjungi dengan menggunakan kereta. Perjalanan ditempuh hanya dalam waktu satu setengah jam. Kota ini sangat terkenal dengan bangunan kastilnya, maka The Alcazar of Segovia, kastil yang terletak di atas bebatuan di antara Sungai Eresma dan Clamores dekat Gunung Guadaramma menjadi tempat yang wajib untuk dikunjungi. Sebaiknya kenakan sepatu yang nyaman saat kita berkunjung ke Segovia, mengingat kita akan mendaki jalan panjang yang akan membawa kita menuju The Alcazar of Segovia yang terletak di atas bukit. Dari atas bukit ini kita bisa melihat pemandangan kota Segovia yang sangat indah. 

Tempat lain yang wajib dikunjungi saat berkunjung ke sana adalah The Segovia Cathedral, gereja Katolik Roma dengan tema gothic terakhir yang dibangun di Spanyol dan Aquaduct of Segovia yang merupakan lambang kota ini.

Kuliner di Segovia kebanyakan menyuguhkan makanan khas Spanyol, banyak restoran terletak di sekitar Aquaduct of Segovia. Cobalah mampir di salah satu restorannya, dan nikmati pemandangan saluran penyediaan air dari zaman Romawi ini. Segovia bukan surga untuk berbelanja, namun jika ingin berbelanja banyak toko- toko kecil di sepanjang jalan menuju kastil yang menjual mulai dari pernak-pernik, cenderamata, baju dan juga sepatu.

Satu hal unik yang ada di Segovia adalah terdapat sebuah kran air peninggalan zaman dahulu kala yang terletak di The Alcazar of Segovia. Ada mitos setempat yang mengatakan jika kita meminum air yang keluar dari kran air tersebut maka kita dipastikan akan kembali lagi mengunjungi kota Segovia.




TIBET
 
Tibet, daerah yang terletak di Pegunungan Himalaya ini masuk dalam Provinsi Republik Rakyat Tiongkok. Berbatasan langsung dengan Nepal, Bhutan dan India, Tibet menjadi pilihan fotografer Nicoline Patricia untuk perjalanannya kali ini. Keindahan alam di Tibet sungguh memanjakan mata para penikmat pemandangan alam. Menurut Nicoline, Tuhan pasti sedang dalam suasana hati terbaiknya saat menciptakan Tibet.

Mengunjungi Tibet dari Jakarta bisa dibilang cukup rumit. Ada beberapa kali penerbangan yang harus ditempuh, mulai dari Jakarta ke Chengdu dilanjutkan dengan penerbangan domestik atau kereta api ke Lhasa, ibukota tradisional Tibet. Namun semua pengorbanan terbayar lunas saat kita melihat Maha Karya Sang Pencipta di sana.

Mengelilingi Tibet bisa menggunakan fasilitas transportasi bus atau kereta, namun kali ini Nicoline memilih untuk menyewa sebuah mobil van untuk berkeliling. Banyak tempat yang wajib dikunjungi di sana, seperti Potala Place, Kuil Jorkhang, Barkhor, lalu perjalanan ke Gyantze, Shigatze, menyusuri Sungai Yarlur Tsangpo (Brahmaputra)dan mendaki di Karola Snow Mountain. Kunjungi Makye Ame, coffee shop favorit Nicoline di sana. Lokasi Makye Ame tersembunyi di tengah-tengah pasar, tempat yang wajib dikunjungi oleh para backpacker ini selalu nampak sibuk, mereka menyajikan makanan khas Tibet dan minuman-minuman hangat yang nikmat. Mereka juga menyediakan fasilitas Wi-Fi gratis di sana. Cobalah duduk di dekat jendela yang terletak di lantai dua sehingga kita bisa minum teh atau kopi sembari menikmati pemandangan orang lalu- lalang.

Kuliner Tibet tidak terlalu beragam, namun cobalah mencicipi butter tea hangat, roti bulat goreng dan cheese cake yang terbuat dari susu yak.

Makanan utama mereka kebanyakan berasal dari daging yak, kambing dan domba yang disajikan dengan saus malla, yang terbuat dari lada dan minyak. Anda yang vegetarian akan sedikit kesulitan mencari makanan disini.

Surga belanja Tibet terletak di Pasar Barkhor yang terletak di sekeliling Kuil Jorkhang. Tempat dipenuhi oleh penjual barang antik, aksesoris, peralatan rumah tangga, thangka (lukisan di atas kain), perlengkapan untuk berdoa, kain khas Tibet, dan masih banyak lagi.
Perbedaan musim adalah hal yang unik di sini. Di satu daerah bisa ada empat musim bersamaan. Pada hari ketiga di tengah road trip Nicoline terjebak di antara hujan lebat, sedangkan beberapa puluh meter ke depan matahari bersinar cerah sementara, di belakangnya angin besar bertiup dan salju turun!

Banyak biksu yang sedang melakukan perjalanan ibadah, bahkan banyak di antara mereka terlihat sedang berbaring di tengah jalan sambil membacakan doa.

Kondisi alam yang tidak menentu di Tibet menuntut kondisi tubuh yang sehat saat mengunjungi daerah itu. Banyak wisatawan mabuk ketinggian di sini, tapi perlu diketahui, Tibet memiliki banyak obat-obatan herbal yang dijual di toko obat tradisional. Pastikan membawa payung, karena hujan banyak mengguyur daerah ini. Siapkan juga memori besar di kamera Anda untuk mengabadikan setiap sudut Tibet.

Sumber: Majalah HELLO! Indonesia, September Edition
Rubrik: Travel 




 
My Very First Article in
HELLO! Indonesia



So, I just back to work right after Ied Fitri. I working as an editor in HELLO! Indonesia magazine, a lifestyle magazine and here it is..my very first article in HELLO! Indonesia..hope you like to read it.. :)

RILIS SINGLE RNB RINNI WULANDARI
BERHARAP BISA DITERIMA PENGGEMAR 

Memiliki bakat menyanyi sejak kecil, Rinni Wulandari, (24) mulai terjun di dunia tarik suara sejak duduk di bangku SMP dengan menjadi vokalis grup band bernama Quintana. Rinni bahkan sempat menjadi penyanyi latar artis- artis tenar kenamaan tanah air. Karier musik profesionalnya dimulai sejak mengikuti dan memenangkan kompetisi ajang pencarian bakat di televisi nasional. Ia juga meluncurkan album pertamanya yang berjudul Aku Tetap Milikmu dipenghujung tahun 2007. Sukses meluncurkan beberapa single seperti Aku Bukan Boneka, Tak Ada Yang Salah, Mimpi Besarku dan Bebas, kali ini Rinni kembali meluncurkan single berjudul Oh Baby pada tanggal 20 Mei lalu.

Apa kesibukan anda sekarang?“Belum lama ini saya baru saja merilis single terbaru saya yang berjudul Oh Baby, jadi ya sekarang saya sedang sibuk promo single terbaru ini. Selain itu saya juga sedang mempersiapkan peluncuran album baru, semoga albumnya juga bisa segera dirilis dalam waktu dekat.”
 
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menggarap single terbaru ini?
“Prosesnya tidak lama, hanya makan waktu sehari dan syukurnya tidak ada kendala apa pun selama proses rekaman. Padahal saat proses rekaman saya sedang menjalankan puasa Senin-Kamis, tetapi saya masih tetap semangat memberikan yang terbaik.”

Apa perbedaan yang paling utama di single terbaru ini? 
“Selama ini musik saya lebih beraliran pop, tapi untuk single kali ini berbeda. Single ini aliran musiknya lebih menggambarkan diri saya, kali ini saya hadir dengan musik beraliran RnB, aliran yang merupakan favorit saya. Selain aliran musik, perbedaan juga ada di dalam lirik lagu. Single Oh Baby ini menggunakan lirik bahasa Inggris, dan rencana ke depannya juga akan ada beberapa lagu berbahasa Inggris di album baru saya.”

Apakah ini dilakukan untuk menciptakan image baru bagi seorang Rinni? “Iya itu salah satunya, selama ini masyarakat mengenal saya dengan nama Rinni Idol, kini saya juga hadir dengan identitas baru yaitu Rinni Wulandari. Saya ingin dikenal sebagai Rinni seorang penyanyi, bukan hanya pemenang Indonesian Idol. Saya juga ingin kemunculan baru saya ini bisa disukai oleh banyak orang.”

Harapan Anda saat meluncurkan single ini? 
“Saya berharap semoga single ini bisa diterima oleh masyarakat. Single ini sebenarnya baru saya rilis di Indonesia, tapi belum lama ini saya dapat kabar kalau single ini sudah dikenal di tingkat internasional. Ada respon positif dari penikmat musik di Jepang. Satu bonus yang membahagiakan.”

Bagaimana peran keluarga dalam karier bermusik Anda? 
“Keluarga sangat mendukung dan berperan dalam karier saya di dunia musik. Mereka tahu kalau passion saya memang bermusik, sehingga tidak membatasi saya dalam berkarier, keluarga juga menjadi motivasi utama saya agar tidak mudah menyerah dalam bermusik.”

Coba gambarkan diri Anda dalam tiga kata? 
Mandiri, pekerja keras dan konsisten. Karena saya memang mandiri dan selalu bersemangat untuk meraih semua mimpi- mimpi. Saya tidak mudah menyerah dalam melakukan sesuatu.” Apa mimpi terbesar Anda di dunia musik? “Ingin sekali bisa menggelar konser tunggal. Karena menurut saya jika seseorang sudah berhasil membuat konser tunggal itu berarti karyanya sudah diakui oleh masyarakat luas.”

September Edition of HELLO! Indonesia
Rubrik: Starlet



Masalah Mengantre

Source: www.google.com

Akhirnya saya tergelitik juga untuk menulis permasalahan yang satu ini, yaitu permasalahan ANTRE, masalah mudah namun entah kenapa tidak juga dipahami oleh (kebanyakan) orang Indonesia.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), antre adalah berdiri berderet-deret memanjang menunggu untuk mendapat giliran (membeli karcis, mengambil ransum, membeli bensin, dsb); sementara mengantre adalah  berdiri dl deretan memanjang sambil menunggu giliran untuk dilayani mengambil (membeli dsb) sesuatu; see jelas kan makna kata antre dan mengantre yang dijabarkan oleh KBBI ini. Dan jelas juga bahwa hal ini adalah hal yang simpel dan mudah untuk dilakukan.

Baru terjadi kepada diri saya beberapa hari yang lalu saat saya sedang menunggu giliran di depan kasir untuk membayar belanjaan di salah satu toko peralatan sehari-hari di salah satu mall Kota Bogor. Saat tiba giliran saya tiba-tiba seorang bapak menyelak antrean saya tanpa tedeng aling-aling. Dan dari arah bagian keluar kasir tiba-tiba juga muncul seorang bapak yang kembali menyelak antrean (lagi).

"Mengantre adalah berdiri dl deretan memanjang sambil menunggu giliran untuk dilayani mengambil (membeli dsb) sesuatu"
Marah..pasti. Sayangnya saya sedang merasa sangat lelah dan tidak dalam kondisi yang oke untuk melakukan protes terhadap perilaku mereka. Akhirnya saya hanya melayangkan protes pada kasir untuk lebih teliti lagi melihat kondisi antrean, agar tidak ada yang merasa dirugikan.

Anyway, masalah mengantre ini tidak hanya saya temukan satu dua kali saja, saya bahkan pernah menemukan perilaku menyebalkan macam ini di berbagai tempat, mulai dari kamar mandi umum, bioskop, lokasi konser musik, mini market, super market, bandara, stasiun, imigrasi bahkan antrean dokter. Miris ya.

Entah kesalahan ada di generasi yang mana, namun saya merasa bahwa sejak kecil saya sudah diajarkan oleh kedua orangtua dan juga di sekolah untuk bisa mengantre dengan baik di manapun saya berada. Sehingga menurut saya pribadi sejak dahulu bahwa mengantre adalah hal yang sangat dan amat mudah untuk di lakukan, toh orang yang lebih dulu tiba pasti memiliki hak lebih untuk mendapatkan giliran dilayani lebih dahulu. Sementara kita yang datang belakangan seharusnya sadar diri bahwa prioritas kita tidak lebih besar dibanding mereka yang tiba lebih dahulu.

Tanpa bermaksud menyalahkan para orangtua generasi baru ini, namun sedihnya kebanyakan kasus menyelak antrean (yang saya temukan) ini dilakukan oleh orang tua muda yang mempunyai anak  dengan usia sekitar 5 - 10 tahun. Apakah mereka tidak menyadari bahwa secara tidak langsung mereka mengajarkan pada generasi baru Indonesia budaya tidak bisa mengantre. Apakah tidak takut jika nantinya mereka tidak bisa mengantre dengan baik?

Beberapa waktu lalu bahkan sempat juga ramai dibahas di sosial media mengenai kekhawatiran kondisi generasi mendatang masalah perilaku mereka di area publik, dan salah satunya perilaku mereka saat mengantre. Karena sesungguhnya perilaku seseorang di area publik itu terkadang bisa memberi kita gambaran secara jelas akan pribadinya. Terbayangkah jika generasi muda nanti sangat buruk dalam proses mengantre, sangat buruk dalam perilaku mereka di area publik. Apa yang akan terjadi nantinya dengan mereka dan kondisi moral bangsa ini??

Ish..bahas moral..berat ya, namun ya itulah kenyataannya perilaku kita di publik biasanya mencerminkan kondisi moral suatu bangsa, so Dear Parents, please teach new generation about how to act in public area well..will you??

Masalah Mengantre

by on 12:35:00 am
Masalah Mengantre Source: www.google.com Akhirnya saya tergelitik juga untuk menulis permasalahan yang satu ini, yaitu permasalaha...
Meat Lovers..They Serve Real Meat

"Kita pake daging asli ya mbak, ga pake tepung..", pernyataan tegas yang muncul dari mulut pelayan restoran Meat Lovers ini sesaat sebelum saya dan kedua adik saya akan memesan makanan...a simpel sentence with good impact..hahahahaha...

Cerita punya cerita, adik bungsu mendadak ingin buka puasa dengan menu steak tapi apa daya kita bertiga sedang malas menjelajah terlalu jauh ke belantara Jakarta, alhasil kita coba tanya om google tentang lokasi restoran steak yang ada di Kota Depok dan keluarlah Meat Lovers ini disalah satu list om Google.

Sebenarnya ada satu restoran steak yang cukup terkenal di Depok, tapi yan itu dagingnya pake tepung dan saya tegas (helah ginian aja pake tegas-tegas) kalau saya gak mau ke restoran yang satu itu. Setelah membaca beberapa referensi akhir kami meutuskan untuk menyambangi restoran yang satu ini, kebetulan lokasinya di pinggir jalan Margonda, sehingga mudah dikunjungi.

Sirloin Steak at Meat Lovers Depok
Lokasi restoran ini agak nyempil diantara percetakan-percetakan yang berjejer disepanjang jalan Margonda, satu ruko setelah Ruko yang menjual produk Cimory dan disebelah butik yang saya lupa namanya (gak membantu banget ya saya :P). Restoran ini memiliki interior bata (di cat) merah dengan dua pilihan tempat duduk, bisa duduk di bangku atau ala lesehan, orang Indonesia suka yang lesehan biasanya.

Menu yang mereka tawarkan sedikit terbatas, akhirnya kami bertiga memesan 2 sirloin steak, tenderloin steak, french fries dan Lovers Hot Spring untuk menu kami berbuka. Oh iya, saya suka dengan menu jus buah mereka karena mereka menggunakan buah asli buka sari buah instan, akhirnya saya memesan jus alpukat juga.

Lovers Hot Spring
Pelayanan mereka terhitung lumayan cepat, mungkin ini juga karena restoran tidak terlalu ramai. Untuk harga yang mereka tawarkan saya cukup puas saat melihat ukuran daging yang mereka sajikan, compare to another famous steak restaurant near here. Kentang gorang yang mereka sajikan juga enak, tidak berminyak dan masih panas hanya sayurannya yang sedikit over cooked. Overall, this place is good, and will be back here again in the future.

Saya cukup bertanya-tanya kenapa dengan menu mereka yang jauh lebih ok dari pesaingnya itu tapi kondisi pengunjung restoran sangat jauuuuh sekali. Pertanyaan ini terjawab saat saya menunggu hujan reda di dalam restoran. Selang 10 menit hujan turun tiba-tiba bocor di mana-mana, membuat saya memperhatikan lebih detil lagi kondisi restoran, dan saya rasa saja menemukan jawaban kenapa restoran ini sepi. Oh dear Meat Lovers owner, would you mind to invest you money for your restaurant interior restoration. For the sake of your pengunjung, sayang banget iniiiiiih...ada yang kenal ownernya kah???

^_^ Adios...
Tokyo Belly, Happy Belly You Got Here..

source: www.google.com
Tokyo Belly...ni restoran udah lumayan lama ada di Grand Indonesia, entah kapan ga pernah menarik minat saya buat mampir kesana, mengingat restorannya kelihatan mahal dan yah kadang yang kelihatan kelewat mahal itu bikin rada males buat mampir apalagi kalo kantong tongpes lalalalala...kkk..

Minggu lalu akhirnya saya punya kesempatan buat mampir ke restoran yang satu ini, dan ternyata...gak semahal yang saya kira..hehehe..emang tak kenal maka tak sayang itu bener banget ya..

Anyway..kalau lihat dari nama restorannya, pastinya dong ini restoran masakan Jepang, and yess, since they serve Sake, a traditional alcohol drink from Japan so I can tell you this a Japanese restaurant, kita juga bisa nemuin sushi, ramen, tempura, omurice (a nice one), japanese curry and matcha ice cream. Tapiiii...kita juga bisa nemuin variasi bibimbap dan toppoki here..those two are Korean food right..kkk..and yet it also make me soooo happy..its like buy one get one...

Ok, so what I ordered on my (first) visit there, since I am a curry junkie, jadilah nasi kari yang saya pesan kemarin, bersamaan dengan sushi dan toppoki, entah kenapa saya yakin kalo menu kari dan sushi akan enak disini, namun harap-harap cemas saya adalah pada menu toppoki, mengingat restaurant yang memang spesialisasi masakan Korea pun belum tentu bisa memasak menu ini dengan rasa yang enak.

10 menit sebelum berbuka semua menu sudah tersedia lengkap di depan meja, saya sangat tidak sabar untuk mencicipi toppoki nya, merah merona gokujang sauce bagai memanggil-manggil jiwa dan raga (lebaaaaay). Duk duk duk...azan pun bergema dan saatnya mencicipi semua masakan yang di pesan ini..alhamdulillaaaaaah...

1...2...3...horaaaay..toppoki taste so gooood...I love it, even the sauce a bit to thick (they need to add water a little more) but the taste is so gooood, kue berasnya empuk banget, empuk ya bukan kelembekan dan odengnya juga enak, awalnya sempet mikir waduh ini isinya kue beras semua, mana odengnya ternyata odeng mereka bentuk mirip dengan kue beras sehingga tersamarkan lah keberadaan mereka..hehehe..anyway yess toppokinya lulus uji..and will order this food again on my next visit (udah planning gitu)...

Now, its time to taste the sushi (yang nama sushinya apa aja saya lupa), dan ini juga enaaaaaak...hahaha..maafkan karena saya lupa namanya apa dan sushi ini dimakan sharing dengan yang lain, jadi saya juga lupa isi sushinya apa aja..:p

Makanan terakhir yang saya pesan, curry rice with beef cutlet. Penampakan oke bingiiiit, dan rasanya juga okeeeeeeh..still unable to beat my precious choco ichibanaya curry rice, but still this is so good. The weakness point on it beef cutlet at this time, the meat is too chewy mungkin lain kali saya harus mengorder daging supaya dimasak well done jadi enak buat dikunyah, saya juga mencicipi menu curry with chicken katsu yang sahabat saya pesan, it taste perfect both curry and it chicken katsu. Anyway still, I will order this menu on my return visit.. :P

Menu lainnya yang diorder beramai oleh sahabat-sahabat saya adalah curry with chicken katsu, ramen, obayaki, calamari goreng (recommend) dan tahu sutra goreng. Over all foods are so nice!! Dan harganya juga paslah, saya katakan murah juga tidak, mahalpun tidak.

Restoran ini nyaman dinikmati beramai-ramai, jadi datang dalam julah grup besar bersama keluarga ataupun sahabat akan sangat menyenangkan pastinya. Para pelayan restoran pun baik dan ramah juga membantu.

So, yess I will come again to this Tokyo Belly,a place where I can get my Happy Belly. Oh iya restoran ini berlokasi di Grand Indonesia Shopping Mall, West Mall lantai 3A, for reservation please call 021-2358-1090..

Adios.. ^_^




Heita Hate Ending, Thats Why He Doesn't Really Good at Start Something...

So, I just watch this Japanese Drama, Q-10. Takeru Sato is main star here, I will say it clear that this is a comedy romance drama, but it turn out I learn many things from here, about love, friendship and feeling.

It is not just Heita that hate ending, I do hate it. Maybe it also why I do not really good a start something, a love relationship is the hardest one for me, always be and always will. There is an invisible things that I afraid of every time I try to start "it". You may call I'm a loser about this, but that the fact, me my self also think that I'm a loser for this thing.

Maybe, I put too much effort in loving someone, that make me fall too hard when it doesn't goes well. Every fall time, give me a really huge debt for me to move on. Finding a new place and heart ain't always goes well here.

The last time I fell, I fell so hard, honestly I'm still freeze in a moment where I wish we never know each other for life, stuck in a moment that I still miss you so. Fell stupid?? Nah, I feel so dumb for being like this. But nothing I can do more about this. One of my best friend said "don't force your self to forget it, it only will keep hurting you. Just let it fly along with time. trust me there will be an instant moment where you will just forget about it, forget about everything. And that time will be your move on time".

The night where I still catch my breath when I find out you still in my dream is still often happen, I don't know why. Maybe because most part in my heart and brain still NEVER TRY to letting you go, still NEVER WANT to face the fact that there is no more us.

If Adele sing she will find someone like you, I sing I still only want you not someone like you...hahahaha..see I do falling to deep here, wishing to find a shining star that will build my courage to move from where I am now..

Adios... ^_^